6. Kejadian yang tak di duga duga

3207 Words
Tingtong Suara bel menyadarkan Johnny, pasti Ellena dan Johan pulang lebih cepat kali ini, itulah hal yang kini Johnny pikirkan. Ia melangkahkan kakinya menuju kelantai bawah, dengan kaos putih yang ia kenakan lalu celana pendek hitam. Ketika sudah sampai, ia segera membuka pintu rumahnya dengan sumbringah. "Bunda udah pula?" Deg, seketika mulutnya menutup perlahan, matanya membuka lebar-lebar setelah tahu siapa yang berdiri didepannya kali ini. "Bunda? Sejak kapan loe panggil gue bunda?" Teriak gadis itu, mengiang ditelinga Johnny. "Butuh apa lo" "Lo itu kenapa sih gak tanggung jawab banget!" Johnny menaikkan satu alisnya "Tanggung jawab apa?" Tegasnya "Kelvin berubah gara-gara lo" teriak Sarah sebal "Terus?" "Minta maaf kek, apa kek!" Rusuh Sarah mendorong dorong tubuh Johnny "Eits lepasin gak? Tangan lo kotor!" Johnny melepaskan lengan Sarah perlahan "Oke gue minta maaf! Sekarang loe pergi" Johnny mendorong tubuh Sarah untuk segera keluar dari rumahnya ini "Eits lo jangan seenaknya ya? Lo pikir mudah bagi gue cari-cari alamat rumah lo? Susah banget tau" "Gue peduli?" "Loe peka ke! Tau dosa kek! Tau kesalahan!" "Terus?" "Ya lo harusnya minta maaf!" "Udah! Sekarang lo pulang, kalo tujuan lo cuma mau dengar gue minta maaf!" "Pergi lo" tegas Johnny sambil mendorong-dorong tubuh Sarah "Johnny! Berhenti! Apa apaan kamu?" Tegas seseorang dibelakang tubuh Sarah. "Ayah?" Desis Johnny kaget melihat bunda dan ayahnya sudah ada dilingkungan rumah ini Ellena merangkul Sarah "Ayo nak kamu masuk ke dalam" Ellena menatapi Johnny sangar seperti yang Ellena lakukan saat Johnny bersama dengan Fhani dulu Johnny memang tak pernah bersikap halus terhadap gadis "Kamu gak malu sama diri kamu yang notabenya cowok? Lihat John dia itu cewek! Kenapa kamu kasar sama dia?" Tegas Johan yang membuat Johnny merinding kala mendengar suara nya. "Tapi ayah gak tau kan awal.." "Udahlah! Ayo ell bawa dia masuk" Johan pun pergi meleos menuju anak tangga, Johnny hanya menatap kepergian ayahnya. Kini ia melihat perempuan itu dengan tatapan tak suka "Apa? Cepat kamu bikinin spagethi buat dia.. eh nama kamu siapa nak?" "Sarah" jawabnya lembut Johnny menatapnya sebal "Gak usah so lembut deh" tegas Johnny Mata Ellena kini keluar mengerikan "Johnny! Cepat lakukan apa yang bunda kamu suruh" tegas Ellena Johnny pergi dengan penuh kekesalan, hanya karena gadis itu ia dimarahi habis-habisan oleh ayah dan bundanya. "s**l, pertama kalinya ada orang yang gantiin posisi Fhani" desisnya pelan Ellena menyuruh Sarah untuk duduk di sofa "Ya sudah bundanya Johnny mau ganti pakaian dulu ya cantik! Sebentar, nanti bunda kesini lagi" "I-iya bu" jawab Sarah gelagap Johnny dari arah dapur sana mengintip hingga menimbulkan seluruh bagian kepalanya, Sarah melihat itu. "Awas lu entar!" Ujar Johnny tanpa suara dengan matanya yang memelototiSarah. Sarah mendesis "Apasih?" Ia mengerucutkan bibirnya tak peduli Seraya menunggu Ellena datang, Sarah membuka peralatan make up miliknya sendiri, ia kembali menata rias wajahnya dengan bedak natural miliknya. "Ekhm" desis seseorang membuat Sarah kepanikan ia langsung menutup make up nya lalu menyimpannya kembali ke dalam tas. "Eh tante" desis Sarah pelan, ia terpukau melihat penampilan Ellena yang sangat sederhana namun sangat cantik. "Tante cantik banget" teriaknya keceplosan dengan nada yang tinggi "Eh maaf tan" "Kelakuan kamu ini membuat tante jadi inget sama temen SMA dulu" Ellena tersenyum manis pada Sarah lalu duduk disampingnya "Oh iya, kenapa kamu kesini?” "Engga tan, cuma ada keperluan aja ke Johnny soal sekolah" jawab Sarah cepat "Oh gitu ya? Maafin Johnny ya soalnya dia itu suka kasar sama cewek, tantenya aja dulu gak ada habis-habis nya dijailiJohnny" Sarah mengangguk angguk paham, kini ia tahu kelemahan Johnny itu adalah orang tuanya. "Hehe Gapapa tan, dia emang seperti itu" Ellena hanya tersenyum pada Sarah, lalu keadaan yang sangat tak disukai pun menimpa mereka keadaan menjadi hening. "Hmm,eh tan kata tante tadi aku ngingetin sama temen SMA tante, siapa?" Ellena nampak berpikir, ia mengingat-ingat masa SMA nya dulu yang penuh dengan canda tawa. "Adek si kembar" "Hah? Tante punya temen yang kembar?" "Iya sayang, mereka teman sejati tante! Tapi karena kesibukan, tante udah lama banget gak ketemu mereka! Tante juga gak tau mereka ada dimana sekarang" "Oh gitu ya?" "Iya cantik!" Jawab Ellena cepat "Makasih, namanya siapa?" Ellena menghirup nafas dalam dalam, selintas terbayang indahnya masa itu bersama mereka berdua, karena kesibukannya sendiri ia jadi sangat lama tak berjumpa mereka. "Sela dan Seli" lirihnya pelan lalu menundukkan kepalanya. "What? Seli?" Teriak Sarah histeris membuat tubuh Ellena tersentak "Kenapa?" "Seli itu mom aku tante! Dia juga punya kembaran namanya tante sela, tante sela sekarang baru nikah tapi belum dikasih keturunan" Teriak Sarah lagi semangat "Yang bener?" Wajah Ellena nampak tak percaya dengan semua ini. Sarah mengangguk lalu memegangi kedua lengan Ellena "Iya tante, Mom Seli yang nikah ke dady NickDavidson kan? Sarah juga pernah denger nama tante Ellena sering disebut-sebut mom sama dad" teriaknya tambah semangat "Subhanallah tante gak percaya!" Teriak Ellena histeris lalu memeluk tubuh Sarah Johnny yang mendengar jeritan-jeritan misterius membuat nya penasaran lalu menengok keluar dapur "Kenapa bunda sedeket itu sih sama cewek gila?" Desis Johnny pelan membelalakkan matanya karena bundanya memeluk Sarah erat. "Apalagi yang di buat-buatnya?" Johnny kembali ke dalam kesibukannya. "Pantesan dari tadi tante kaya gak asing gitu liat kamu" "Hehe mirip sama mom ya tan?" "Iyasih, eh kalo kakak kamu gimana sekarang? Kamu kembar tak seiras kan sama Nando ya kalo gak salah?" Sarah mengangguk cepat "Iya tan, babang nyebelin" "Aduh bilangin salam ya ke keluarga kamu? Alhamdulillah sekarang jadi gampang buat ketemu sama Seli karena tante udah ketemu sama kamu!" "Iya tante siapp!" Sarah tersenyum manis pada Ellena Suara langkah kaki bergemuruh dari lantai atas membuat Ellena dan Sarah menengok ke sumber suara, ko ada Lukas sama Karel gumam Sarah dalam hati kala melihat keempat anak lelaki menuruni anak tangga. "Eh pada disini ya?" Teriak Ellena menyapa semuanya "Hehe iya tan" jawab Karel "Sejak kapan? Ko tante baru liat?" Jammy menggaruk belakang kepalanya "Hehe kita ketiduran tan" "Ooo, sini sini duduk!" Ajak Ellena pada mereka berempat Mereka berempat segera mendekati ruang tamu dan duduk di kursi tamu. Karel dan Lukas nampak menatap Sarah dengan penuh keanehan "Apa?" Tegas Sarahmemelototi keduanya, sontak Ellena tersentak kaget dengan nada Sarah yang tinggi dan membuatnya kembali teringat pada Seli. "En-engga!" Jawab keduanya berbarengan Dalam pikiran mereka berdua terlintas beberapa dugaan yang menyeret hubungan Sarah dan Johnny, apa mungkin Johnny suka sama cewek gila? "Rel, cewek gila ini sweet nyaJohnny?" Desis Lukas berbisik pada Karel "Gue gak tau" "Tapi setelah gue liat-liat dia emang cantik!" Desisnya sangat pelan sembari menatapi Sarah "Cantik sih, tapi deket sama dia aja bikin gue susah ngomong! Kalah mulu gue sama suara cemprengnya" "Apa lo bilang? Cempreng?" Teriak Sarah mendengar ucapan Karel meskipun tidak terlalu jelas ditelinganya. "Apasih Sar? Lo salah denger kali, orang kita lagi ngomongin cireng po Wati" jawab Karel cepat "Kamu ini, jangan jailin cewek dong Rel! Malu-maluin Aidan sama Clara" tegas Ellena "Hehe, iya tante Ellena" jawab Karel dengan senyuman bodohnya "Iya tan Karel itu emang jail banget! Bilang ke emaknya tante Clara sama om Aidan ya?" ketus Sarah Ellena hanya tersenyum "Iya nanti tante bilangin kalau ada mereka main lagi kesini" "Eh Lukas gimana keadaannya Alfy?" Lukas hanya menaikkan satu alisnya "Baik ko, tumben nanyain papa tan?" "Kemaren papa kamu nelpon om Johan! Katanya dia lagi sakit" Lukas hanya tersenyum "Oh, mungkin dia bilang sakit karena ditinggal mama ke London tan, iming-iming aja tan dia pengen nginep disini" "Haa? Mama kamu ke London lagi" "Iya cuma beberapa hari ko tan" Ellena hanya tersenyum "Merry itu dari waktu tante kuliah dia sibuk banget, dari kecilnya sih udah jadi pengusaha" "Hehe biasa aja tan" "Tante udah akrab banget ya sama mama papa nya Lukas, Karel, terus yang dua lagi?" "Iya Sarah, mama sama papanya mereka itu teman-teman tante! Jammy sama Triyana ini tetangga tante, kalo Karel dan Lukas temen barunya Johnny yang gak sengaja aja mereka itu anak dari Alfy dan Aidan" "Oh gitu ya tan" Sarah membentuk huruf o "Alfy itu dulu pernah pacaran sama tante kamu, Sela. dulu mereka itu hubungan udah lama tapi mungkin karena gak jodoh ya mau gimana lagi?" "What? Tante serius?" Ellena mengangguk angguk "Iya sayang" "Ah tante boong masa papaku mau sama keturunan kaya Sarah gini" gumam Lukas datar, mata Sarah seketika menyembul keluar. "Kamu mah gak percaya" jawab Ellena dengan tersenyum "Gimana ya kisah SMA orang tua kita dulu?" Ujar Karel "Ah kepo luh" jawab Jammy dan Triyana berbarengan "Jadi nih bun" ujar Johnny datar, entah sejak kapan ia ada disini langkah kakinya pun tidak terdengar sama sekali "Astaga dragon seriusan gue kaget g****k! Maen datang-datangan aja sih lu" teriak Karel sebal "Sarah, udahkan urusannya! Sekarang lo boleh pulang" Mata Sarahmenunjukkan kesebalannya pada Johnny "Kamu ngomong apa barusan? Sarah boleh ko maen kesini, eh sayang besok-besok lagi mainnya ajak Nando ya?" "Hah?" Kaget semuanya, Sarah hanya mengangguk-angguk dengan menatapi Johnny penuh dendam. Baru sehari aja dia disini udah ngerebut posisi gue nih, bunda malah belain dia ketimbang lo John. "Johnny ternyata Sarah ini anaknya Seli temen solid bunda banget waktu SMA" "Terserahlah" Johnny menghempaskan dirinya di sofa lalu menggunakan earphone miliknya, gue udah gak peduli lagi. "Anak itu" desis Ellena pelan "Tante, kayaknya Sarah mau pulang deh! Ini udah sore banget" "Oh mau pulang ya Sarah? Ya sudah Johnny anterin Sarah!" Tubuh Johnny tersentak lalu memandangi bunda nya tidak suka "Apa? Kamu gak mau?" Tegas Ellena "Ayolah bun, masih adakan sopir? Atau mereka aja deh" desis Johnny pelan sambil menunjuk kearah teman-temannya yang sedang memakan spageti "Eh anjing! Kenapa spageti gue lo makan?" Teriak Johnny "He he laper John" "Ya sudahSarah pulangnya sama mereka aja ya?" Ujar Ellena penuh kelembutan "Giliran ngomong sama Sarah aja kaya ngomong ke Fhani gak jauh beda" desis Johnny sebal nyaris tak terdengar oleh siapapun "Eh, maaf tan kita abis pulang dari sini mau nongkrong dulu" jawab Karel cepat "Iya tan, emang Sarahnya mau diajak nokrong?" Tambah Triyana Ellena nampak berpikir "Ah ya sudah biar tante aja yang anterin" tubuh Johnny kembali tersentak, ia benar benar tak menduga bunda nya akan senekat itu demi Sarah, bunda kenapa sih?. "Tante gak usah ngerepotin" "Engga ko gak ngerepotin sama sekali sayang, tunggu dulu ya tante siap-siap" "Bun" Ellena pun berhenti lalu mengalihkan pandangannya kearah putra semata wayangnya itu "Apa?" "Ya sudah biar John yang anterin" ujarnya malas, pertama ia tak mau membuat ibunya kecewa, dan kedua ia tak mau ibunya kecapean, ingat bukan karena Sarah. "Ya sudah, anak pintar!" Jawab Ellena "Seriusan lo mau anterin gue?" Desis Sarah pelan, menatapi wajah Johnny, Johnny tak banyak bicara ia memilih melangkahkan kakinya. "Johny berangkat bun" "He he, Ya sudahSarah pulang ya tan? Assalamualaikum" "Waalaikum salam" seru semuanya, wajah keempat temannya Johnny masih tak percaya dengan kejadian di hari ini. "Johnny tunggu!" Sarah melangkahkan kaki nya dan berhenti tepat didepan Johnny "Apa lagi?" "Sekarang kita ke rumah kelvin ya?" Ajak Sarah selembut mungkin "Apa sih?" Johnny melangkahkan kakinya kembali "Johnny ayolah ya?" "Gak mau!" "Johnny please!" "Gak!" "Johnny bantuin gue sekali aja!" Langkah kaki Sarah terus saja mengikuti Johnny yang kian lama kian mendekat ke garasi mobil "John ayol.." kaki Sarah tersandung pada sesuatu "Aw!" Tubuh Johnny refleks melihat ke belakangnya, dan bersamaan dengan jatuhnya tubuh Sarah ia segera menangkapnya dengan erat. Semilir angin kini menerpa mereka, suara nafas terdengar begitu halus dari keduanya, mereka masih dalam lamunan, ternyata lo cantik Sarah. "Lepasin!" Teriak Sarah, lengan Johnny pun langsung melepaskannya. "Ekhem!" Seru keempat sobat Johnny yang berdiri mematung melihatnya. Johnny tanpa berpikir panjang dan segera melangkahkan kakinya kembali "Ya ampun! Masa gak ada mobil sih?" Desis Johnny, seorang pria paruh baya menghampirinya "Den, mobil semuanya diservis dulu" "Hah? Ko mendadak ya, masa sih mas? Keempat mobil diservis?" "Iya den, kan setiap tanggal 15" Johnny nampak berpikir lagi "Oh iya, aduh terpaksa pake motor dong" Johnny pun melangkahkan kakinya lagi lalu menaiki motor sport miliknya "Cepat!" Ajak Johnny "Tapi kita ke rumah kelvin dulu ya?" "Buat apa sih?" Sarah menundukkan kepalanya "Sarah cuma mau nge jelasin kedia, terus Johnny bantuin Sarah buat dia percaya!" "Gak mau!" Wajah Sarah kembali murung "Gue bilang cepat naik!" Tegas Johnny "Pleasee!" "Johnny please!" "Please" "Please" Johnny mendengus sebal "Gue udah bilangkan? Gue jamin lo sama kelvin bakalan putus, gue yang bakalan nanggung itu" Wajah Sarah kini bingung dengan ucapan Johnny, sementara Johnny kembali menyalahkan dirinya karena ucapan bodoh yang ia lontarkan sendiri. "Tapi gue gak mau putus Johnny! Kenapa sih lo tega amat ngedoain kayak gitu" teriak Sarah "Cepet naik" tegas Johnny sambil memelototiSarah, Sarah pun memilih untuk menaiki motor Johnny. Sarah terus mengoceh selama diperjalanan, sementara Johnny hanya diam tanpa berbicara satu kata pun."Rumah lo didaerah mana?" Datar Johnny Mata Sarah terbelalak kaget "Ya ampun, rumah gue kelewat bodoh!" Sarah memukul-mukuli punggung Johnny, Johnny menghela nafasnya pelan mimpi apa ia semalam sampai-sampai hari ini ia harus semotor dengan gadis pasien RSJ. "Belok John" Johnny pun membelokkan motor sportnya itu, sambil mendengarkan arahan arahan dari Sarah, hingga arahan Sarah pun berhenti di satu rumah. Sarah turun dari motor Johnny dan menata rambutnya dengan anggun, sementara Johnny hanya menatapinya aneh. "Di rumah sendiri aja centil, apalagi di luaran sana" desis Johnny pelan berhasil tak terdengar oleh Sarah. Sarah melangkahkan kakinya tepat diteras rumah, ia memencet bel yang berada didepan rumah itu membuat Johnny kembali tak mengerti, namun ia berusaha untuk bersikap acuh. "Gue pulang duluan ya?" Desis Johnny hendak melangkahkan kakinya namun dengan cepat Sarah meraih tangan Johnny dengan erat, bersamaan dengan pintu rumah terbuka lebar-lebar terlihat kelvin berdiri tegak tepat ditengah-tengah mereka. Mata Sarah terbelalak kaget, begitu juga dengan kelvin yang merasa dikejutkan dengan pemandangan ini. "Apa?" Tegas kelvin menatapi Johnny dan Sarah sinis Setelah Sarah sadar ia pun melepaskan genggaman tangannya pada Johnny "Ya ampun, sayang itu tadi gak sengaja barusan.." "Stop! Pergi lu berdua!" Tegas kelvin Mata Johnny nampak tak tertarik dengan pembicaraan yang sangat tak berbobot baginya "Gue duluan" ujar Johnny menatapi Sarah datar "Johnny diem! Lo kesini kan mau nge jelasin semuanya ke kelvin kan? Ayolah jelasin John!" Rengek Sarah sambil memandangi Johnny penuh kesedihan "Denger! Gue gak tertarik dengan pembicaraan kalian saat ini, apalagi gue harus buang-buang waktu lebih buat pembicaraan super gak jelas tentang hubungan lo berdua! Tugas gue udah selesai, sekarang gue pulang! Dan plis jangan mengusik kehidupan gue lagi Sarah!!!" Johnny melangkahkan kakinya pergi "Jadi sekarang lo udah punya Johnny?" Desis kelvin tersenyum menyungging pada Sarah "Eng-engga sayang, dengerin aku! Apa cuma gara-gara Johnny sering deket sama aku kamu jadi semarah ini? Udah jelaskan dia itu cuma temen aku? Lagian apa aku gak meyakinkan untuk kamu? Aku pacar kamu, harusnya kamu percaya sepenuhnya ke aku! Plis" Mata kelvin semakin merendahkan Sarah "Gue gak mau denger apa pun lagi, pergi lo dari sini cewek murah! Kita PUTUS, lagian gue udah muak sama sikap kekanak-kanakan lo, PERGI" Teriaknya mampu menghancurkan seisi hati Sarah yang kian menyimpan harapan pada kelvin Langkah kaki Johnny berhenti sejenak, lalu membalikkan badannya menatap kelvin dengan penuh amarah seakan-akan ia sedang berhadapan dengan orang yang selalu berurusan dengan Zeskatenya. Ia kembali melangkahkan kakinya, menghampiri tubuh kelvin dengan sangat tergesa-gesa. BUGH! "Jaga omongan lo anjing! Dia cewek" sudut bibir kelvin berdarah kelvin menatapi diri Johnny penuh dendam, sementara Sarah menutup mulutnya yang terbuka rapat-rapat matanya terbelalak. Kelvin nampak ingin membalas namun bogemnya itu berhasil Johnny halau lagi, sama seperti saat dikantin waktu itu. "Seenggaknya lo bisa jagain hati cewek! Kalo gak pernah bisa jagain raganya dia! Paham? Pecundang, cuih" Johnny meludah tepat di pekarangan rumah kelvin. Kelvin masih menatapnya penuh dendam, namun Johnny menarik lengan Sarah dengan erat supaya ia mengikuti langkah kakinya tanpa harus menghadapi pria bodoh yang ia perjuangkan selama ini. Sarah menundukkan kepalanya dan mengikuti langkah kaki Johnny, kelvin hanya memandanginya kesal. Sarah menangis, ia terus menangis. "Naik!" Suruh Johnny menatapi Sarah kasian. "Hikshiks gak mau! Kenapa kelvin sejahat itu John? Kenapa? Dengan mudahnya dia putusin gue? Cuma gara-gara hal sepele!" "Udah diem! Itu cuma dijadiin alasan buat ninggalin lo intinya dia itu bukan tipe cowok setia, lagian ngapain sih nangisi cowok pecundang yang ngatain lo cewek murah!" Tangisan Sarah berhenti, seketika kalimat itu seperti terngiang dipikirkanSarah. "Hikshiks, ini semua gara-gara lo John! Lo selalu bilang kalo gue bakal putus sama dia! Kenapa? Kenapa?" Teriak Sarah memandangi Johnny kesal dengan air mata yang penuh dipipi indahnya. "Kenapa loe doain itu? Kenapa?" Teriak Sarah lagi, Johnny hanya menatap Sarah iba ia baru pertama kalinya melihat seorang gadis menangis di hadapannya sendiri, Sarah memukul-mukul d**a bidang Johnny dengan lemah karena dirinya sudah tak kuat menahan air mata yang kian banyak. "John! Ngomong! Kenapa lo gak jelasin aja ke dia? John!" Johnny memegangi bahu Sarah erat hingga tubuh Sarah mematung "Terus kalo gue jelasin kedia lo bakal mau sama cowok yang udah ngerendahin diri lo sendiri? Lo mau?" Nada bicara Johnny sangat ditekan agar bisa membuat Sarah mengerti. Mata Sarah kembali berkaca-kaca "Gue gue gak tau John! Gue sayang banget sama kelvin, sayanggg banget" nadanya dengan terbata-bata, Johnny kembali menatapi gadis itu kasian, ia menarik tubuh Sarah erat lalu memeluknya cepat berusaha untuk menenangkan dirinya berusaha untuk membuat nya paham kalau kelvin bukan pria yang baik untuknya. Setelah lama, tangisan Sarah kian menghilang kini ia sadar ia dalam dekapan tubuh Johnny penuh kasih sayang sangat terasa begitu hangat. Perlahan, ia melepaskan tubuhnya dari Johnny "Apaan sih lo peluk-peluk gue?" Teriaknya dengan nada merengek-rengek Bola mata Johnny berputar "Terserah Sarah! Terserah! Gue cuma mau lo diem" "Jangan bilang lo suka sama gue?" Ia menatapi Johnny dengan senyuman bodoh nya, dengan sedikit harapan dalam dadanya gak salahkan? Johnny itu paket komplit. "Hah, lucu" "Ahh, jujur aja John!!! Pantesan aja selama ini lo mau gue putus sama kelvin, sekarang lo tembak gue ya?" "Lo gila?" Johnny merasa telah salah menolong gadis ini, karena tingkat kepedean gadis ini melebihi siapa pun. "Ayolah Johnny! Buat gue bisa move on dari kelvin, inikan gara-gara lo" desis Sarah pelan dengan nadanya yang masih merengek Johnny hanya diam lalu menaiki motor sportnya "Eh mau kemana?" "Ke Bromo" "Ih serius JohnnyJonathan!" Teriaknya yang masih terdengar isakan Johnny hanya terdiam dan menatapi Sarah datar "Mau kemana?" Tanya ulang Sarah "Ke raja ampat" "Johnny ini bukan iklan tv!" "Terus? Gue harus kemana sekarang? Ya sudah kalo tugas gue udah kelar, gue balik" ia menyalakan motornya, namun dengan cepat Sarah menaiki motor Johnny dan memeluknya erat membuat Johnny risih, gue rasa apa yang dibilang kelvin barusan bener. "Ayo cecem, kita kerumah mertua kamu" seru Sarah membuat tubuh Johnny merinding ketakutan "lepasin gue" datarnya, namun Sarah malah semakin erat memeluk Johnny, sebenarnya Johnny ingin tahu apa itu cecem dalam kamus Sarah namun lagi-lagi ia memikirkan hal yang tak penting. "Cecem itu, berasal dari kata handsome John! Mulai sekarang gue panggil lo cecem ya?" Ujar Sarah dengan nada centilnya "Serah lu" datar Johnny "Ya sudahcepat! Aku gak sabar pengen pulang! Sekalian nanti aku kenalkan kamu ke mama mertua kamu ya? Cecem ya?" "Oh tuhan, apa salahku? Apa salah ibuku?" Desis Johnny pelan "Hidupku dirindung pilu" jawab Sarah cepat "Diem" "Hehe boong ko John! Lo baperan deh, tapi gue jujur kenapa gue nyaman ya meluk lo?" "Lepasin" "John bantu gue untuk move on dari kelvin ya? Plisss" rengek Sarah "Bodo" Johnny hanya membuang nafasnya pelan, ia berharap kesehatannya besok masih fit karena akan melakukan kegiatan skeatboard setelah seharian ia bersama seorang gadis gila, Sarah memeluk Johnny penuh kenyamanan meski Johnny merasa risih dipeluk seorang gadis, karena ini pertama kalinya seorang gadis memberanikan diri memeluknya dan pertama kalinya ia hanya bisa diam karena mau apa lagi, ia memang tak pernah mau melihat seorang wanita tersakiti.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD