"Asalamualaikum" serentak keduanya
Ckelk, pintu rumah itu terbuka lebar-lebar. "Eh Johan? Johnny?" Sambut Naura sambil merangkul keduanya
"Tumben kalian kesini?"
"Hmm jadi mama gak mau liat kita nih?"
"Eh bukan gitu sayang kan biasanya kamu sibuk, ayo masuk!"
Johan dan Johnny masuk ke dalam "Nek, Fhani mana?"
Johan menatap anak semata wayangnya itu dengan sebal "Johnny?"Johnny tersenyum lalu mengangguk "Eh tante Fhani maksudnya" lugasnya
"Apa? Ada bocah gila kayaknya ni?" Teriak Fhani yang berlarian dari tangga "Bocah tampan Fhani" gerutu Johnny, ayahnya kembali memelototiJohnny "eh tante Fhani" Johnny dan Fhani berbeda 10 tahun selisih angka yang cukup jauh, namun kelakuan Johnny yang selalu saja mengganggu Fhani membuat Fhani merasa kalau Johnny itu seusia dengannya, saking akrabnya mereka pun Johnny sempat membuat Fhani menangis karena Johnny merusak gaun tari miliknya, secara kanFhani merupakan gadis muda bertalenta dibidang seni.
"Udah gede ya kamu"
Johnny tersenyum bangga "Ya iyalah, masa kecil mulu"
"Sini deh, mau liat gak foto-foto Fhani waktu di universitas Harvard?"
Johnny sontak kaget "Waw mau banget! Tumben gak pelit kaya dulu?" Gumamnya pelan
"Ya sekarang kanFhani udah gede John, udah lulus S1 masa mau bersikap kaya anak kecil, kamu sekarang juga udah gede udah masuk SMA. Eh ya, gimana udah jago belum main skeatboard nya?"
"Udahlah Fhan" jawabnya semangat
Johan yang membawakan teh untuk ibunya itu sontak tertarik dengan pembicaraan mereka "Malahan dia buat komunitas skeatboard Fhan!"
"Wah? Yang bener John?"
Johnny mengangguk semakin percaya diri "Cucu kakek kan emang is the best!" Tambah Tristan yang baru turun dari tangga
Fhani menatapi sepupunya itu serius "John? Gimana sekolah? Nyaman gak?"
Johnny hendak membuka mulutnya "Gimana dia gak nyaman fhan, dia punya banyak fans!" Jawab Johan cepat dan sigap
"Apasih" kesal Johnny
"Kalau soal banyak fansnya, itu kan warisan dari kakek John! Ayah kamu dulu juga banyak yang suka banget, ampe-ampe mereka sering datangke rumah"
Johnny menatap kakeknya tak percaya "Ah, masa sih kek?"
"Iya"
Fhani menarik lengan Johnny "Udahlah John, mending sekarang kita liat foto-foto Fhani waktu di Harvard ya?"
"Pelan-pelan bodoh" decakJohnny sebal
"Nah ini pas pertama ospek!" Fhani menunjukkan wajahnya yang penuh kelesuan di dalam album itu "Ko kaya upik abu?" Pelan Johnny
"Apa? Hmm kamu itu kurang ajar banget sama Fhani"
Johnny hanya terkekeh geli dengan respon dari Fhani "Oh ya,kamu udah punya pacar belum?"
Degg, lagi-lagi pertanyaan seperti ini yang terlontar padanya. "Kenapa sih? Semua orang nanya, kamu udah punya pacar? Kenapa terus jomblo? Johnny bosen dengarnya!" Teriak Johnnyfrustrasi
"Jangan-jangan kamu homo?"
Johnny semakin sebal dengan perkataan Fhani, tangan putihnya itu kini mendarat dirambut Fhani, dan menariknya sekeras mungkin. "Aww! Bocah sakit tau, sekarang lu udah gede! Lepasin, jangan nakal" teriak Fhani histeris
Johnny melepaskannya perlahan "Makanya jangan sembarangan kalo ngomong"
Johnny meleos pergi bergegas menuju halaman rumah kakeknya "Bocah! Mau kemana, liat-liat fotonya belum kelar tau" teriak Fhani sebal
Fhani mengikuti Johnnyke halaman, disana cukup luas untuk bermain-main, Johnny mengeluarkan skeatboard yang ada di bagasi mobil ayahnya, ya itu skeatboard kesayangan miliknya sehingga Johan selalu membawanya jika hendak menuju rumah Tristan.
Ia menaruhnya di rerumputan, lalu menginjakkan salah satu kakinya ke skeatboard, lalu memainkannya dengan lihai. Berbeda dengan ayahnya, justru Johnny sangat aktif dan bersemangat sama seperti ibunya.
"Oh, skeatboard ya? Jago juga dia mainnya" ujar Fhani menyunggingkan bibirnya
"Wajah dia lebih mirip keayahnya, tapi sifatnya lebih ke ibunya! Aktif banget, tapi jarang ngomong"
Johnny mulai sadar kalau tantenya semenjak tadi memperhatikan dirinya "Apa? Bisa gak main skeatboard?" Teriaknya
Fhani menggeleng cepat "Kalau dance baru Fhani bisa" jawabnya percaya diri
Johnny menghampiri Fhani setelah cukup lama ia bermain skeatboard. "Fhan, setelah lo sekarang udah lulus, mau lanjuti lagi?"
"Tumben pertanyaan si bocah bermutu ya?"
Johnny menatapnya sebal "Serius"
"Hmm kayaknya Fhani mau istirahat dulu deh John, lagian banyak job juga disini yang udah menghampiri"
"Hmm kaya orang dewasa aja udah banyak job"
Fhani mengacak acak rambut sepupunya gemas "Emang udah dewasa John, kan bentar lagi tunangan sama aryo"
"Fhani masih ke si Aryo? Ehh sekarang dia dimana, lama banget gak ketemu sama dia. Kangen di gendongin deh" ujarnya cengengesan
Fhani terbelalak kaget "Kamu udah gede!"
"Bercanda"
Kini deru angin menerpa mereka dengan lembutnya "Oh ya, job apa sih fhan?"
"Ya ngeles anak-anak dance!"
"Oh gitu"
Kring...Kring...Kring... suara teleponFhani berbunyi, ia langsung mengambilnya dalam saku. "Baru aja diomongin, udah ada nih orangnya" Fhani pergi meninggalkan Johnny, untuk menelepon.
"Hmm"
***
Johnny hanya memandangi ibunya yang masih memasak di dapur, semenjak tadi ia berusaha untuk memaksa masuk ke dalam dapur, namun ibunya bersikeras untuk menyuruh Johnny tetap diam.Johan baru saja mandi dan turun dari atas sana "Ko rapi banget"
"Ada meeting John, bunda kamu juga ikut!"
"Hmm gitu"
"Ya begitulah, jaga diri kamu baik-baik ya"
Johnny berdiri sigap lalu meletakan satu tangannya tepat didahi "Siap komandan"
"Anak pintar"
"Ell, udah siap belum?" Teriak Johan
"Bentar lagi sayang"
Johnny berlari secepat mungkin "Bun, biar Johnny aja yang masakin ya? Bunda cepetan siap-siap aja" Johnny mengambil alih spatula yang Ellena pegang
"Kamu yakin bisa?"
"Bisalah bun" jawabnya secepat mungkin
"Yasudah bunda siap-siap ya?" Johnny hanya mengangguk, lalu Ellena pergi meninggalkannya.
Beberapa menit berlalu..Masakan hasil Johnny telah siap saji "Hmm harum"
"Bun! Udah matang nih" teriaknya
"Kamu aja yang makan ya? Bunda buru-buru soalnya" Ellena datang lalu mengecup kening Johnny
"Jaga diri kamu baik-baik bung!" Teriak Johan dari ambang pintu dapur
"Siap" tegas Johnny semangat "Jagain bunda Johnny ya?" Johan hanya tersenyum lalu mengedipkan matanya.
Johan dan Ellena pun pergi tak terlihat lagi "Den, mbo aja yang nyuci piring" mbo Lilis datang menemuinya
"Nggak ah mbo, mbo kan masih sakit! Istirahat aja sana"
"Tapi den"
"Hus, udah mbo! Sana istirahat ya? Johnny maksa banget"
Mbo Lilis hanya tersenyum "Yasudah"
Johnny menyajikan hasil masakannya ke dalam mangkuk, masakan yang baru ia hidangkan adalah steak kesukaannya.
Johnny pun duduk santai, sambil menyalakan tv nya. "Spongeboob!" Serunya, saat ia langsung mengganti Channel tv.
"Bocah-bocah jadi gak sih mengumpul?" Desisnya pelan
Ia mengambil ponselnya yang sempat ia simpan di atas meja.
"Notifikasi, lagi-lagi" ujarnya lelah ketika notifikasi i********: 99+
JohnnyFams eh kak John? Yang bener zeskate mau dibubarin? Yaahhh kenapa seironi itu sih?
Desti Abang; bang; si abang John! Mau desti temenin kah bang? Semalam hanya 5 lembar pak soekarno-hatta
Nurul subhanallah, saya awalnya hijrah banngg! Tapi setelah saya ngestalk abang, astagfirulloh kenapa saya tergod god bangggg
Aulia P
Mimiperi Dari kerajaan es sampai kerajaan baja yang sudah aku buat, aku belum pernah melihat pria setampan akang Johnny ini
Putihkan tubuh Kembali hadir; pemutih tanpa mercury dan zat berbahaya lainnya, cukup pesan dari sekarang sebelum seluruh stok habis...
Siti John tugas yang kemarin gmn? Gw gak faham, kita kerjain bareng yuk?
Widi Telah dibuka tempat karoke, dijalan sudirman..
Soraya Selamat bapak berhak mendapatkan uang sebesar 12 jt kes!
Babytatan BabangBabang kenapa cih cans amat
Coversong Tuan Johnny jonathan! Menurut survey yang telah didapatkan. Suara tuan teramat bagus, apa salahnya jikalau anda tidak mencoba memposting lalu tag...
Cinta Lauranya mana John?
Manuriosfans Do you think about same manurios? your twins??
Fatiyah Kini rambut fatiyah udah kaya duta sampho john
Inayah Kapan sih mas doso itu sadar?
FansKarel John? Karel ku ada dimana sih? Kenapa dia akhir-akhir ini jarang ngepost ya?
Ijem Nak, kirimin mama pulsa nih, mama lagi di kantor polisi, ini pake ig nya ijem dulu ini nomor mama yang baru 089379xxxx
FansnyaLukas Lukas kenapa sih bang John? Sekarang pecicilan amat?? Udh jarang lagi curht ke gw
Mata Johnny terasa sangat lelah, karena tidak ada satu pun pertanyaan yang penting kepadanya. Johnny masih menonton acara tv kesukaannya, spongeboob. Ya wajarlah, sifat ia masih sangat kecil masih sangat kekanak-kanakan, namun ia juga mampu menjadi leader hingga membuat zeskate terkenal dan banyak yang mengagumi karena kemahiran mereka dalam memainkan skeatboard.
Oh ya, tentang Jammy ia merupakan siswa kelas ips 2 samping kelas Johnny dan kedua teman dekatnya itu, ia merupakan teman lama Johnny ketika TK, rumah mereka juga tak jauh sama seperti Triyana ia juga merupakan teman lama Johnny, hanya saja ia lebih memilih untuk masuk kelas ipa, dan selebihnya lagi ia sekelas dengan Nando, yang sempat memiliki masalah dengan zeskate karena geng Nando yang selalu saja meremehkan zeskate. Namun, Triyana lebih bersikap netral dan memilih untuk tak banyak bicara terhadap sikap Nando, karena Nando juga merupakan teman sekelasnya, dan supaya masalah mereka cepat terselesaikan.
"Ralat banget" desahnya pelan sambil menaikkan volume TV-nya
Johnny merupakan tipe anak yang sering ditinggal kesana-kemari oleh orang tuanya, namun berbeda dengan anak lainnya ia lebih memilih menyibukkan dirinya dengan hal positif dan berhasil membuat kedua orang tuanya selalu memperhatikannya.
"Assalamualaikum" teriak semuanya membuat Johnny pergi dari tempat duduknya.
Johnny membuka pintunya perlahan "Waalaikumsalam"
Tubuh Karel meleos memasuki rumah Johnny yang super megah itu, diikuti dengan Lukas di belakangnya. "Oh tuhan, aku sudah lama tak masuk ke istana ini" tubuhnya meniduri kursi lembut tepat diruang tamu, padahal rumah Karel dan Lukas juga megah, namun ya! Inilah sifat mereka yang nora.
"Wahai pemuda! Sang raja telah datang kemari, bangunlah! Jangan memalukan hamba" jawab Lukas memeluk tubuh Karel dengan dramatis
Jammy dan Triyana hanya bisa menggelengkan kepalanya, sementara Johnny pergi kedapur hendak mengambil minuman dan makanan ringan, buatannya sendiri tidak diragukan lagi Johnny memang jago masak selain jago maen skeatboard, oh jangan lupa ia menguasai matematika, ekonomi, sekaligus sejarah.
Ketika Johnny kembali ke ruangan tamunya, nampak semuanya sudah tak ada lagi disana. "Rombongan gila pada ke mana?"
"Hmm pasti masuk ke kamar gue" ujarnya
Johnny pun melangkahkan kakinya menuju kamarnya, benar saja ketika ia sudah selesai membuka pintu kamarnya semua temannya sudah tidur-tidur di kasurnya. "Woy! Kotor, turun gak?" Teriak Johnny kesal
Mereka hanya mengabaikan ucapan Johnny tadi, Johnny menaruh makanan yang ia bawa di meja lalu menuju kearah mereka semua. "Turun gak?" Datar Johnny
Jammy dan Triyana melangkahkan kakinya menuju meja yang sudah penuh dengan makanan. "Wow! Tujuan gue datang kesini" teriak Jammy
"That's right" tambah Triyana
Refleks Lukas dan Karel pun mengikuti Jammy dan Karel. Syukurlah mereka telah selamat dari rasengan Johnny.
Johnny menatapi mereka datar, lalu menyalakan game kesukaan mereka. "John gue duluan ya?" Teriak Karel
"Eh John, mending kita aja?" Tambah Triyana sambil menunjuk-nunjuk Jammy
"Ah gue mending makan" tambah Lukas, mulai nih aura dinginnya datang secara tiba-tiba, ia memang begitu.
"Kenapa mood lu ilang?" Ujar Jammy
Karel nampak ingat sesuatu "Oh inikan udah tengah hari, makanya sikap dinginnya muncul lagi"
Lukas memang sedikit aneh ia bersikap pecicilan hanya saat pagi hari sesudahnya ia sangat cuek dan dingin.2jam berlalu setelah puas ngegame...
Johnny melihat teman temannya yang sudah terlelap pulas, semuanya tanpa terkecuali. "Baru aja gue dari toilet, udah pada tidur semuanya!" Desis Johnny sebal
"Syukur deh, jadi gue bisa lebih tenang!"
Johnny mengotak atik handphone nya, satu notifikasi membuatnya membaca berkali-kali.
Gue ingetin sama lo JohnnyJonathan! Gue bakalan bales kelakuan lo yang udah buat gue sengsara dan udah buat kelvin gue ngambek ke gue!..
"Bodo amat" jawab Johnny pelan
Sebenarnya Johnny juga sempat bingung dengan dirinya sendiri, kenapa ia mengatakan hal bodoh itu pada kelvin apa ia kesambet setan kantin yang kata Lukas sama Karel banyak? Yang cewek terus kakinya gak ada satu, atau yang cowok yang matanya ancur satu? Entahlah, Johnny merasa bodoh sendiri, sangat tidak berguna sekali baginya memikirkan hal yang sangat tidak penting.
Johnny kembali bergumam, sampai kapan cewek itu akan selalu ada dihidupnya? Sampai authornya ganti John! Ya gak bakalan ilang dong Sarahnya, kan itu jodoh lo.
"Ayamgepreksatubungkus5000" teriak Karel membuat tubuh Johnny tersentak kaget, Karel berdiri dengan mata tertutup dan mengangkat satu jarinya ia lalu kembali tidur dengan nyaman dan damainya.
"Anjing! Lo lagi tidur aja udah mau bunuh gue k*****t" ujarnya kesal
"Lagian mana ada ayam geprek gocenga?”