Johnny hendak memutar motornya, namun tangan Sarah memegangi lengan Johnny cepat. "Lepasin! Gue mau balik" datar Johnny
Sarah masih tersenyum, ia lalu menarik-narik lengan Johnny hingga membuatnya terjatuh dan menimpa tubuh Sarah. Namun entah kenapa Johnny langsung saja terbangun, ia merasa kalau gadis ini benar-benar sudah gila. "Lo apa-apaan sih narik gue?"
"Hehe, maaf cecem! Gue kira gak bakalan begini"
"Gue cabut!"
"Eh jangan dong! Kan baru nyampe, ayo masuk" tangan Sarah kembali meraih lengan Johnny, ia hanya Beberapa menit berlalu, berhasil menghantarkan Johnny pada kesengsaraan yang kian memuncak. "Stop! Ini rumah gue John" Sarahpun turun dari motor Johnny
pasrah kali ini.
Pintu rumah Sarah ia buka sendiri "Sarah pulang mom! Dad" Johnny duduk diruang tamu, sementara Sarah berlarian kelantai atas.
"Gadis hiper" desis Johnny pelan, seseorang mendengar perkataan Johnny barusan tak lain adalah kakak Sarah, Nando.
"Apa maksud lo?" Ujarnya dengan nada sedikit ditekan, Johnny mengalihkan pandangannya ke sumber suara. Johnny memilih diam karena saat ini ia tidak ingin mencari masalah lagian ia sedang berada di rumah orang lain sebagai tamu, dan Nando itu terlalu temperamental terhadap siapa pun. "Jawab ketua Zeskate!" Ujarnya lagi dengan nada semakin ditekan
Johnny memilih diam, bukan berarti ia takut ia hanya malas menghadapi musuhnya ini. "Jawab beg!"
"Kak! Kenapa sih? Dia itu temen gue, kakak itu apa apaan setiap nemu cowok yang ada kaitannya sama gue ngajak nya berantem mulu gak pernah akur!" Teriak Sarah histeris
"Dia itu udah"
"Aaaaa diem! Mending lo ambilin minuman buat Johnny" teriak Sarah lagi "Ogah"
"Nando! Cepetan" gerutu mom Seli yang baru saja datang lalu memandangi Nando penuh amarah, Nando sekarang memilih diam dan pergi ke dapur sesuai kemauan ibunya karena manusia yang ia takuti hanya orang tuanya.
Johnny bergumam dalam hati, hah b******n ini rupanya patuh sama ibunya, gue gak salah lihatkan?
"Ini siapa Sarah?" Desis Seli pelan menatapi Johnny
Sarah duduk di kursi tamu, begitu juga dengan Seli. "Dia JohnnyJonathan mom!"
"Hah? Jonathan?" Teriak ibu Seli membuat telinga Johnny kesakitan
"Iya" jawab Johnny datar dengan senyuman diwajahnya "Dia? Anak Johan?" Teriaknya lagi
Sarah mengangguk cepat "Iya mom"
Seli mendekatkan dirinya pada Johnny, ia memegangi kedua pipi Johnny erat. "Ya ampun yang bener kamu anak Johan?" Ia melihat Johnny dengan rinci
"Iya mom! Sarah mau makan ah" desisnya pelan sambil pergi meninggalkan mereka berdua
Johnny menatapi kepergian Sarah dengan tatapan takut, nampak nya ia lebih takut dengan Seli daripada Sarah. "Ya ampun bener! Kamu mirip banget sama Johan, tapi kamu lebih cenderung ke Ellena"
"Hehe" Johnny hanya membalasnya dengan senyumannya
Oh tuhan percepatlah waktunya "Tan, saya disini gak lama-lama ko"
"Sttt tunggu dulu Nando buatin minuman buat kamu"
Johnny menggaruk kepalanya "Gimana kalo minumannya dicampur racun? Atau sianida?" Desisnya pelan
Seli menatapi Johnny aneh "Aduh, gak mungkin Johnny!"
"Hehe bercanda tante"
"Oh ya? Kamu punya hubungan apa sama anak tante?"
Johnny tersentak kaget "Hah?"
"Kamu pacarnya? Emangnya Sarah udah putus ya sama Kelvin?"
"E-enggak ko tante, kita hanya sekedar clasmate"
Seli nampak seperti berpikir "Oo gitu ya? Oh ya, bilangin ke mom kamu ya babang Johnny! Lain kali tante pasti main ke sana diantarSarah sama Nando"
Degg, pikiranJohnny terasa koslet saat itu juga ucapan dari Seli barusan terus mengiang dikepalanya.Nando datang membawakan minuman di beberapa gelas "Nih mom" Nando meletakan minuman itu di meja
Nando hendak pergi meninggalkannya menuju lantai atas "Eh Nando kamu apa apaan? Duduk disini! Temenin Johnny, kenalan dulu kek sama dia!" Teriak Seli mampu membuat langkah Nando terhenti
"Kamu denger kan? Babang Sarah yang ganteng cepat turun lagi"
"Babangnya Sarah! Cepet turun" Johnny menelan salivanya kuat-kuat, kini ia tahu kenapa Nando sangat temperamental terhadap orang lain mungkin Nando melampiaskan kekesalan pada keluarganya melalui orang lain, pikir Johnny.
Nando memutar badannya, lalu kembali turun dan duduk sangat jauh dari posisi Johnny. "Ya sudah minum ya John? Tante mau buatin masakan! Kita makan siang bareng ya?"
"Tante gak" Johnny menatapnya sebal setelah melihat Seli sudah pergi jauh dari pandangannya, membuang nafasnya pelan "usah"
"Ngomong yang sopan!" Ujar Nando menatapi Johnny datar namun penuh arti dari tatapannya itu. "Rupanya lo juga nurut sama nyokap lo"
"Gue emang berandal tapi gue juga gak pernah nentang nyokap-bokap" Nando mengotak-atik ponselnya karena enggan beradu mulut dengan Johnny
Beberapa menit berlalu, mereka hanya terdiam tanpa bertatapan pun. Sarah datang dengan rambutnya yang sudah basah. "Lo bilang mau makan? Pulang-pulang lo abis mandi? Labil banget" ujar Nando menatapi Sarah aneh
"Serah gue lah"
"Apa lo suka sama anak ini?"
"Ngomong apa sih?"
"Soalnya tiba-tiba aja lu kepingin mandi?"
"Mau ajah, napa sih fanatik banget ke gue! Mandi sono Nando tubuh lu udah bau bangkai ikan tau gak?"
"Oke gue mandi! Tapi awas aja lo kalo punya hubungan sama dia" Nando menunjuk menunjuk tubuh Johnny
Johnny merasa kesal lalu berdiri dan menatapi Nando tajam "Apa an lo nunjuk-nunjuk gue hah?" Tegasnya
"Ya ampun" desis Sarah pelan "Salah gue nih nyatuin batu sama batu!"
"Apa lo gak terima? Dia itu udah punya pacar, lo harusnya sadar diri lah! Kelvin itu anggota geng motor lhaa elu cuma ketua skeatboard!" "Diem lu pecundang! Zeskate gue lebih baik ketimbang lo yang cuma s****h JALANAN" darah Johnny terasa semakin panas saja
"Anjing diem lu!" Teriak Nando ia hendak menghampiri tubuh Johnny dengan cepat namun Sarah segera menghalangi tubuh Johnny.
"Stttt udah, gak usah so soan jagoan babang Nando! Cepat duduk lagi"
"Awas Sarah"
"Asal abang tau ya! Gue udah diputusi sama kelvin cuma karena alasan yang gak jelas dan sepele! Dia JohnnyJonathan dia udah bisa buat Sarah senyum hari ini. Apa lo mau ngebogem orang yang udah bikin Sarah bahagia heuh?" Setiap perkataan dari Sarah sangat dicerna baik oleh Johnny.
"Nando apa-apaan ini?" Tegas seorang pria yang baru datang di belakang tubuh Nando
"Dad" desis Nando pelan "Kamu mau berantem lagi?"
"Engga dad! Cuma konflik antargeng"
Johnny melangkahkan kakinya "Sori Nando! Gue ingatkan sekali lagi Zeskate gue bukan geng kita hanya komunitas pecinta skeatboard! Sama sekali gak ada niat untuk cari masalah dengan geng lo"
Mereka semua mendengarkan jelas setiap perkataan Johnny, begitu pun dengan Seli yang baru saja datang. "Ada apa ini nak?"
"Nando mom! Dia cari masalah ke Johnny" jawab Sarah cepat, Nando hanya terdiam.
Seli memandangi Nando marah "Nando! Minta maaf!"
"Tapi mom ini itu"
"Nando!" Tegas dadnya hingga membuat Nando mengalah.
"Maaf John" Nando mengulurkan tangannya untuk bersalaman, tanpa berpikir panjang Johnny meraihnya.
"Nando, sebaiknya kamu berteman baik dengan Johnny! Karena dulu dad kamu juga teman deketnya om Johan, deket banget" ujar Seli memegangi lengan Nick
Tubuh Nick tersentak kaget "What? Apa maksudnya sayang?"
"Dia JohnnyJonathan, anak semata wayangnya Johan dan Ellena!"
Mata Nick terbelalak kaget "Wah pantesan dari tadi dady kaya kenal gitu liat Johnny! Toh dia anaknya si Johan yang waktu itu kita jengukin pas persalinan ya?"
"Iya, waktu itu aku lagi mengandungSarah sama Nando!"
Wajah Nando semakin tak suka menatapi Johnny, berbeda dengan Sarah yang tersenyum senyum "Wah beneran mom? Haha jadi sekarang aa Johnny panggil aku dede Sarah ya? Hehe" Sarah merangkul tangan Johnny erat, sayangnya ini bukan waktu yang tepat untuk Johnny memarahi Sarah, iapun memilih tersenyum saja.
"Nando mulai sekarang kamu harus akur sama Johnny ya? Papa Johnny dulu kan temen deket dady, sekarang kamu juga bisa jadi temen deket Johnny kan?" Tegas Nick menatapi anaknya itu
Nando memilih diam, lagi-lagi kalimat itu. "Tante Om! Kayanya Johnny harus pulang sekarang deh" Johnny melihat arloji pada pergelangan tangannya
"Oh ya! Kamu harus hati-hati ya?"
Johnny mengangguk "Iya om"
"Eh bentar Johnny! Bawain ini buat Ellena ya? Dia pasti suka banget tante kasih baju resmi fans twentyonepilots! Ada tanda tangannya lagi" teriak Seli membuat seisi ruangan penuh dengan suaranya, ia membawa beberapa bingkisan hitam bertuliskan twenty one pilots tour.
Nick menatapi nya sebal "Udah aku bilang sayang! Kalo teriak-teriak jangan disini ya? Mereka masih dibawah umur"
Seli menatap Nick sebal ditambah lagi malu karena ditatapi aneh oleh ketiga remaja itu "Diem!" Tegas Seli pada Nick sambil memelototinya
"Om! Tante! Johnny berangkat ya?" Suara Johnny kembali membuat semuanya sadar "Yuk John gue anter sampe ke depan! Eh aa Johnny hehe pokonya aa Johnny harus hati-hati ya? Dijalanan sekarang licin karena ujan, aa harus lebih lihay lagi bawa motornya ya a?" Desis Sarah membuat Nick memandangi anaknya geli "The next of Seli" desisnya
Johnny hanya menelan salivanya kuat-kuat mimpi apa ia semalam hingga harus menghadapi keadaan serumit ini.
***
Nando berjalan bersama seorang cewek dengan pakaian yang cukup ketat dan rok mini berwarna merah, wajahnya khas kids jaman now apalagi dengan lipstik yang cukup mencolok dibibirnya. Cewek itu menggandeng Nando begitu erat dan menyenderkan kepalanya dibahu Nando nampak seperti w*************a.
Nando hanya diam dengan raut wajah datar "Fabi? Mau belanja apa?" Desisnya pelan
Gadis itu nampak berpikir "Apa aja deh" jawabnya centil
Mereka menuju ke lantai atas, Namun karena gadis itu berjalan cukup cepat karena Nando meninggalkannya beberapa langkah gadis itu menabrak seorang gadis yang cantik namun sayang Fabi lah yang tersungkur "Aw! Lo liat gak sih?" Teriak Fabi dengan menatap gadis itu sebal
Nando membantunya berdiri dan setelahnya ia melihat gadis yang bertabrakan dengan Fabi, Ananda. "Nando? Ko ada disini? I-ini siapa?" Desis Ananda pelan setelah tahu gadis sexy ini ternyata bersama Nando
"Kamu gak perlu tau! Kamu gak papa?" Nando menatap Ananda khawatir "Nando! Kenapa sih kamu malah merhatiin dia? Hari inikan kamu harus sepuasnya sama aku?" Teriak Fabi dengan mengerucutkan bibir sexynya "Sttt" desis Nando, Nando meraih tangan Fabi dan melangkahkan kakinya pergi bersama Fabi.
"Nando?" Desis Ananda pelan memandangi kepergian Nando bersama gadis itu "Kamu main cewek?" Ujarnya pelan sambil menunduk cukup kecewa sangat kecewa
"Gue kira Nando itu gak senakal ini?"
"Kenapa sih? Gue harus suka sama Nando"
"Nando jahat" desisnya pelan sampai air matanya bercucur perlahan-lahan.
Ananda membuka ponselnya, ia hendak memberi tahu Sarah namun ia tahu apa dampak nya jika ia memberitahu Sarah, ia tak ingin jauh dari Nando, ia akan membuat Nando sadar dan mengajaknya untuk bertobat.
Sementara dilantai atas Nando masih sibuk memperhatikan gadisnya, ia nampak tak merasa bersalah sama sekali bahkan ia tak pernah memikirkan bagaimana perasaan Anandadi bawah sana, jika playboy dalam diri Nando masih begitu dominan daripada apa pun.
"Nando? Kita pulang yuk? Gak sabar deh" dengan nada secentil mungkin ia berbicara
Nando tersenyum "Oke"
Terlintas dipikiranNando, sebuah bayangannya tiba-tiba mengingatkan Nando tentang Ananda. "Buat siapa pun yang suka ke gue, sori gue bukan tipe kalian yang sesungguhnya! Gue hanya cowok nakal, kotor, dan berandalan yang gak patut kalian sukai, kalo kalian emang suka ke gue belajarlah untuk bersabar menghadapi sikap gue yang sebenarnya" gumamnya dalam hatinya. Johnny berjalan menuju kelasnya, diikuti dengan kedua sahabatnya Lukas dan Karel. Seperti biasa mereka datang di waktu siang, sehingga pusat perhatian saat ini semuanya tertuju pada mereka.
"OwEmJi kak Johnny ko ganteng banget sih jirr"
"Karel kamu gemesin"
"Gue mau idungnya Johnny!"
"Lukas sampai kapan aku cuma liatin kamu doang? Aku pengen memiliki kamu Lukas"
"Johnny i love you"
"Babang skeatboard! Oprasi pelastik ya?"
"Astaga dragon! Gue kira wajah mereka cuma ada diluar negeri, tapi disini juga ada! Oh gue ngefly tuhan"
"Babang Johnny tanam benang?"
Begitulah ocehan dari sekumpulan murid yang menurut Johnny sepuh alay. "Kayanya kalo gue kelamaan ada disekolah! Gue bakal depresi berat" Johnny menutupi kedua telinganya dengan headphone lalu memutar lagu friend, lumayan membuatnya cukup santai.
Setelah mereka sampai di depan kelas mereka, sesuatu membuat Johnny berhenti melangkahkan kaki. "Nando! Gue udah bilang kan? Jangan ikut-ikutan sama masalah percintaan gue, loe paham gak sih?"
"Sarah, setiap cowok yang lo sukai itu gak pernah ada yang bener, gak pernah!"
Sarah memandangi kakaknya kesal "Terus lo, lo kenapa gak punya pacar? Kenapa lo malah terus main sama cewek-cewek murahan, seharusnya loe yang harus memperbaiki diri bukan gue!"
Johnny melangkahkan kakinya menuju kelasnya, ia memikirkan bagaimana bisa Sarah berkelahi dengan kakaknya hanya karena dirinya. "Itu terserah gue!"
"Ya, urusan gue juga bukan urusan lo! Bukan karena lo kakak gue lo bisa atur hati gue seenaknya aja!" Sarah pergi meninggalkan Nando, rasanya kakaknya itu sangat menyebalkan baginya.
"Sarah, gue cuma gak mau laki-laki yang lo pilih salah! Laki-laki yang sama notabenya kayak gue, gue gak mau ada yang menyakiti lo"
"Gue emang b******n, tapi gue mau melindungi adek gue sendiri"
Nando menatapi kepergian Sarah, ia sangat menyayangi Sarah, namun Sarah hanya menganggap Nando ikut campur urusannya saja dan hanya so peduli padanya.
Sarah berjalan menuju kelasnya dengan emosi yang meluap, dia tak habis pikir dengan kakaknya. Sarah memutuskan untuk duduk di sampingJohnny, ia menarik tubuh Lukas agar bisa duduk di sampingJohnny. "Apa ini?" Desis Lukas sebal
Sarah hanya diam, ia justru duduk di sampingJohnny tanpa dosa kini ia menatapi pria itu dalam, sangat dalam. Ternyata bener kata orang-orang, lo ganteng. Gue beruntung karena lo suka gue, dan lo udah bisa rebut hati gue dari kelvin tanpa alasan yang jelas.
"Apa?" Gumam Johnny membuat Sarah tersentak "Johnny! Kita ke kelas Nando yuk?"
"Buat?"
"Buat jelasin ke dia kalo lo itu cowok baik-baik, dan bisa jadi pacar gue! Kan? Itu kan mau lo? Makanya lo mau gue putus sama kelvin dan lo bilang lo bisa bikin gue move on dari dia"
"Pareasi doang, supaya lo waktu itu gak nangis" deg, ucapan Johnny mampu membuat hati Sarah terkikis.
Entah kenapa mau-maunya Sarah dekat dengan laki-laki yang satu ini laki-laki yang mampu membuatnya bingung. "Ah jujur sajalah Johnny! Lagian aku mau ko jadi pacar lo, kita juga cocok!"
"Gak bisa"
Lukas dan Karel hanya menatapi kejadian ini aneh, beraninya Sarah berbicara pada Johnny.
"Ayolah Johnny tembak gue sekarang ya? Gue pasti jawab iya ko! Dan nanti kita bakalan kekelas Nando buat tunjukin kalo lo cowok terbaik buat gue"
"Tapi lo bukan cewek baik buat gue"
Sarah mematung mendengar perkataan Johnny barusan, dadanya terasa sangat sesak dengan ucapan Johnny, Sarah berdiri dan melangkahkan kakinya pergi, Johnny tak bergumam sama sekali, ia masih memandang ke depan tanpa tertarik sama sekali untuk melihat Sarah.
"John! Jaga omongan lo, dia cewek" desis Lukas pelan sambil duduk dibangkunya
"Biar dia ngerasa gak nyaman deket gue"
"Lagian gue rasa ucapan dia barusan bener John! Lo berdua cocok" tambah Karel
"Jangan bahas hal gak penting" Johnny berdiri dan meleos pergi
"Kemana John?" Teriak keduanya
"Perpus"
Kedua sahabat Johnny hanya memandangi Johnny dengan senyuman diwajahnya. "Dia gak pernah berubah"
"Bener, selalu aja cuek sama cewek. Padahal Sarah cukup cantik, dia juga inceran murid-murid"
"Semoga aja dia sadar"
***
Johnny duduk disudut sana, ia selalu memilih sendirian saat di perpustakaan. Ia tak habis pikir pada gadis itu yang tak tau malu ingin berpacaran dengannya. Namun disisi hatinya yang lain, ia merasa gadis itu gadis yang pantas untuk dipertahankan.
"Selama gue hidup! Baru kali ini ada cewek seberani itu"
***
Sarah duduk ditemani oleh Ananda dan Bella, air matanya masih bercucuran Sarah tak sadar sejak kapan ia menyukai Johnny, hingga ucapannya mampu menyakitinya sedalam ini.
"Sarah! Wajarlah kalo Johnny kaya gitu, kan lo juga tau sikap dia"
"Tapi nanda, kenapa dia kemarin baik banget ke gue? Kalo ujungnya dia bakal menyakiti"
"Stttt, jangan nangis Sarah" tambah Bella mengelus-elus punggung Sarah
Lukas dan Karel yang baru datang dari kantin, menatapi Sarah kasian, mereka berdua pun mendekati Sarah. "Sarah, maafin Johnny ya?" Desis Lukas
"Iya, dia emang selalu seperti itu memperlakukan cewek! Jadi lo musti belajar, kalo emang lo suka sama dia" tambah Karel
Sarah mengangguk-angguk, "Ya sudah, lo jangan nangis! Make up lo luntur" desis Lukas berusaha menghiburnya
Sarah mengerucutkan bibirnya, ia membawa cermin mini dalam tasnya. "Engga luntur ko! Ini make up mahal" tambahnya dengan nada ditinggikan"Hah, akhirnya kembali lagi dia" gerutu Ananda
Ddrrtttt; ponsel Ananda bergetar terlihat notifikasi sms di ponselnya. Setelah membacanya, ia pergi meninggalkan Sarah. "Kemana?"
"Tunggu dulu disitu" teriak Ananda
"Hah? Kemana dia?"
"Entahlah"
Ananda berhenti digudang sekolah, ia menunggu seseorang yang memberinya pesan. Suara langkah kaki seseorang mengagetkannya. "Ananda" desisnya dengan suara beratnya
"Nando? Kenapa kau menyuruhku kesini?"
Nando berdiri tepat di depan Ananda, ia nampak merasa bersalah pada Ananda tentang suatu hal. "Tentang wanita itu"
"Apa? Wanita a-apa?"
"Mall, jangan beritahu Sarah tentang ini, dia akan benar-benar kecewa padaku"
Ananda menundukkan kepalanya, ia mengambil nafas dalam-dalam. "Memangnya siapa wanita itu?"
Waktu seperti berhenti saja, Ananda setia menunggu jawaban Nando, seperti setianya dia menunggu Nando peka. "Langgananku"
Deg, degup jantung Ananda rasanya berhenti. "Apa?" Rasanya hatinya terluka begitu dalam.
Matanya berkaca-kaca, namun ia menunduk untuk menyembunyikannya. "Kau? Kenapa?"
"Tidak, baiklah kalau hanya itu. Aku duluan!" Ananda berlari meninggalkannya dengan hati yang sangat sesak, ia tidak tahu Nando benar-benar bermain wanita.