Sarah masih berkaca dicerminnya, sementara teman-temannya masih bermain bola voli. Ia masih memikirkan kenapa ia bisa jatuh cinta pada Johnny, hanya karena kalimat itu dan satu lagi karena pelukan yang Johnny berikan padanya mampu membuatnya nyaman dan buta akan cinta, "Kenapa rasa ini jauh lebih besar daripada prosesnya sendiri, aku fikir getaran itu hanya lelucon saja seperti yang aku ucapkan padanya"
Johnny diam-diam mencuri pandangan kearahnya "Gadis itu"
Sarah nampak nya berusaha menjaga jarak dari Johnny, ia memilih untuk menyiapkan dirinya terlebih dahulu jika ingin dekat dengan Johnny.
Tubuh Sarah merasa lelah, ia sangat malas hari ini setelah apa yang ia alami hari ini. Ananda mendekatinya "Ko jadi nerd?"
"What? Sori yah seorang Sarah gak mungkin nerd!"
"Ah buktinya?"
"Gue lagi gak mood aja! Gue gak mau tubuh gue nanti bau keringet!"
"Dasar manja!"
Brukkk, suara tersebut membuat semua orang tertuju seseorang disana sudah dikerumuni oleh semua murid yang ada di lapangan. "Ya ampun! Johnny" teriak Ananda
Mata Sarah terbelalak kaget "Apa?" Tanpa berpikir panjang Sarah segera berlari ke kerumunan sana, perasaannya sudah campur aduk.
Ia membelah kerumunan orang itu "Kenapa Johnny?" Teriak Sarah histeris, terlihat kaki Johnny berdarah cukup banyak, tanpa berpikir panjang Sarah segera mengangkat tubuh Johnny dan memboyongnya "Lukas bantu gue" desis Sarah.
Pandangan Johnny terasa semakin buram saja, bola voli yang mendarat keras dikepalanya mampu membuat nya terjatuh ke beberapa besi untuk pembangunan hingga kakinya terluka parah.
Wajah Sarah kian khawatir "Kamu lagi apa sih John? Kenapa seceroboh ini?"
Johnny hanya diam, pandangannya kian memudar. "Johnny kamu gak papa kan? Cecem?"
Sesampainya di ruangan UKS Sarah berhasil mengobati kaki Johnny lalu dititup dengan perban, ia duduk disamping Johnny dengan wajah yang sangat cemas. "Setau gue lo itu manja! Kenapa lo malah manjain Johnny kaya gini? Sesuka apa sih?" Desis Karel menatapi Sarah penasaran
"Entahlah" Sarah memberikan minyak kayu putih agar Johnny cepat sadar. "Sejak kapan lo bisa ngobatin orang?"
"Entahlah! Kenapa sih kalian jadi cerewet banget?" Teriak Sarah pusing mendengar celotehan kedua temannya
"Entahlah" jawab keduanya bersamaan
"Iihhhhh" kesal Sarah
Johnny membuka matanya perlahan "Johnny mana yang sakit?" Tanya Sarah cepat
Johnny menatapi Sarah aneh, lalu ia menggelengkan kepalanya. "Kenapa lo disini?"
"Aku khawatir sama Johnny, aku juga loh yang obatin!" Teriaknya percaya diri
"Kenapa lakuin itu?"
"Karena aku sayang sama kamu!" Jawabnya cepat, entahlah hati Johnny berbeda seperti biasanya.
Keadaan menjadi hening, Lukas dan Karel memilih untuk pergi karena akan melakukan beberapa tes olahraga yang belum selesai. "Pergilah Sarah! Lo kan belon tes?"
Sarah menggeleng cepat "Engga mau! Aku takut kamu kenapa-napa"
"Gak usah lebay, gue bisa jaga diri gue sendiri! Lagian lo bukan siapa-siapa gue!"
Mata Sarah berkaca-kaca "Jangan nangis, gue gak mau ngelawan diri gue lagi cuma karena hati!"
"Mmaksudnya?"
"Engga perlu tau!"
"Apa Johnny?"
"Gak papa, cepat kelapangan! Lo bisa ketinggalan tes hari ini!"
"Gue mau jagain loe Johnny! Loe paham gak sih?"
Johnny memilih diam, manusia mana yang bisa menjinakkan dia? Takkan ada. "Johnny mau makan gak?"
Johnny hanya diam "Mau minum?"
Dia masih diam "Mau lo pergi" tegasnya tanpa memandangnya sama sekali
Sarah menundukkan kepalanya, mungkin cukup untuk hari ini mengejar Johnny ia akan menguatkan hati nya lagi diesok hari, entah kenapa ia menjadi sebodoh ini mau melakukan apasaja demi seorang lelaki yang sama sekali tak peduli dengannya.
"Ya sudah!"
Sarah melangkahkan kakinya pergi "Jangan lupa"
"Apa?"
"Loe bukan siapa-siapa gue!"
Sarah menghirup nafas dalam-dalam "Gue gak tau sejak kapan gue jadi sekuat ini? Gue gak tau sejak kapan rasa sayang ini ada buat loe, entahlah gue nyaman banget setiap deket lo John! Dan apa pun yang lo katakan, katakanlah! Karena cinta tak harus memahami apa itu ketulusan! Gue pergi" Sarah melangkahkan kakinya pergi, ia rasa percuma saja ia mengejar Johnny.
"Sarah? Kenapa lo jadi pengecut seperti ini? Kenapa mau ngejar cowok kayak dia? Kenapa loe selalu mengatakan hal yang bodoh pada dia? Mana Sarah sombong yang dulu? Kenapa sikap lo berubah karena cowok itu?" Teriaknya pada diri sendiri ia hanya memandangi danau yang ada di.depannya sekarang, mampu membuatnya sedikit tenang.
Seseorang datang mendekati Sarah, tak lain adalah kakaknya sendiri. "Gue udah duga lo disini"
"Ngapain lo kesini?"
"Gue kakak lo! Gue sayang dan peduli sama lo"
Sarah mengerucutkan keningnya "Peduli? Kalo iya lo peduli sama gue, gue yakin lo bakal ngerti apa yang gue rasakan Nando!" Teriak Sarah
Nando memegang bahu adiknya itu lalu menenggelamkan kepala Sarah di d**a bidangnya. "Perlu gue jelasin! Pertama, gue cuma gak mau lo salah pilih! Gue takut lo pilih cowok yang nota Benya sama kaya gue, berengsek! Gue gak mau itu Sarah"
"Tapi Johnny gak gitu kak! Dia cowok baik ko"
"Kalo iya dia cowok baik-baik, buktikan itu setelah kalian jadian"
"Adek sedang berjuang kak!" Desis Sarah pelan
Nando menatapi adeknya kebingungan "Berjuang apa?"
"Buat kejar dia, karena dia cowok baik dia pantas dikejar"
Nando melepaskan pelukannya "Yang ada Johnny yang kejar kamu!"
"Dia beda, dia gak pernah jatuh cinta! Dan aku akan tunjukin apa itu cinta padanya!"
Nando menyerah jika ia membangkang Sarah bisa-bisa akan ada keributan lagi antara keduanya "Ya, jika itu mau mu! Tapi ingat sekali ia menyakitimu lihat saja"
"Hmm"
Keadaan kembali menghening "Oh iya, kapan kakak Taubat?"
Nando tersenyum "Entahlah"
"Ingat kak! Ada Ananda yang bener-bener tulus menyayangimu"
Nando menatapi Sarah bingung "Bukannya kamu bilang dia hanya sekedar menyukai?"
Sarah menggeleng cepat "Pikirkan sikapnya terhadap mu!"
Nando merenung, Pantas saja dia terlihat tersakiti saat aku bersama Fabi waktu itu. mulai resah dengan keadaan Ananda yang tiba-tiba melamun sejak tadi, keadaan mereka saat ini berada dikamar Sarah, Ananda main kesana karena merasa kesepian di rumahnya.
Sarah melempar sisir milik nya tepat di wajahAnanda "Aw!"
"Kenapa sih lo ngelamun mulu?" Teriak Sarah
Ananda hanya menggelengkan kepalanya "Semenjak lo tadi pergi, lo jadi berubah! Ada apa sih?" Desis Sarah pelan sebal dengan temannya.
Ananda hanya diam, dan kembali dalam renungannya entah apa yang ia pikirkan saat ini, yang pasti Sarah merasa terganggu dengannya.Sarah masih mengotak-atik ponselnya karena masih didiamkan oleh Ananda, Sarah mencari-cari nama Johnny diinstagramnya. "Ini dia" desisnya pelan
Sarah terus melihat-lihat postingan Johnny yang sangat keren menurutnya "ah, dia masih jomblo"
Ananda mengerucutkan bibirnya "Sibuk sendiri lu!"
Sarah menatapi Ananda heran "Bukannya lo yang sibuk sendiri dari tadi?"
"Hmm, Sarah! Nando itu gimana sih?" Desis Ananda pelan nampak seperti meracau tidak jelasSarah tersentak kaget, ia berpikir jadi selama dia melamun tadi Ananda hanya memikirkan Nando? "B aja!"
Ananda menatapi Sarah sebal "B nya apaan? Baik atau Buruk?"
Sarah memutar bola matanya "Napa sih lo kaya yang serius banget nanyain dia? Biasanya kan sambil pecicilan nanya nya!"
"Ah udahlah, gue salah nanya sama lo" ujar Ananda sebal
Lengan halus mendarat dipipi Ananda "Ih gemesin deh flen akoh, emang ada apasi? Gak biasanya kan lo itu nanya Nando ampe seserius ini, sensi banget lagi"
Ananda mengambil nafasnya dalam-dalam, dalam pikirannya terus saja bayangan Nando bersama gadis itu saat di mall. "Sebenarnya! Hari Jumat gue ketemu sama Nando dimal, dia sama cewek gue gak suka banget penampilan cewek itu yang terlalu seksi, terus tadi dia bilang sesuatu ke gue!"
"Hahh abang gue emang gitu! Bilang apa tadi?"
Degg, hati Ananda kembali teriris, jadi benar Nando selalu memainkan cewek? Ada apa? Kenapa ia tak pernah menganggapnya ada, jadi waktu di gudang itu hanya sikap biasa saja yang sering Nando lakukan pada cewek-cewek?
"Woy!" Wajah Sarah mendekati wajah Ananda sangat dekat, membuat tubuh Anandatersentak "Anjir napa sih Sarah?" Teriak Ananda
Sarah hanya memutar bola matanya sebal "Lo yang kenapa? Lo belom jelasin semuanya, Nando bilang apa tadi?"
Ananda kembali berfikir "Dia bilang gadis di mall itu langganannya! Dan jangan bilang hal itu sama lo"
Mata Sarah terbelalak kaget "Oh jadi Fabi deketin Nando lagi? Dia murahan banget sih, gila abang gue masih mau aja sama dia!"
Ananda semakin bingung "Lo ko tau? Terus Fabi itu emang siapanya Nando sih,"
Sarah menunduk "Dia itu dulu pacarnya Nando, Nando sayang banget sama Fabi! Nando selalu menjaga Fabi sama seperti dia jaga gue sama mom! Tapi di satu hari, Nando tahu satu kebenaran kalo Fabi itu pekerja disalah satu karoke ternama! Nando kecewa banget, ternyata cewek yang dia sayangi bukan cewek baik-baik! Apalagi Nandosempat liat Fabi lagi bermesraan sama om om!"
Mata Ananda terbelalak kaget "What?"
"Ya, gue juga gak menyangkaFabi semurah itu! Gue kira Fabi itu cewek baik-baik sama seperti yang kami pikirkan, dari sanalah Nando berubah mom sama dad gak pernah ijininNando hubungan lagi sama Fabi! Tapi mungkin karena Nando terlanjur mencintai, ia pun memilih untuk terlanjur menyakiti dan terlanjur hancur"
"Hah? Maksudnya apa Sarah?" Lirih Ananda pelan
Mata SarahmemelototiAnanda "Makanya dengerin dulu nyet"
"Hehe"
"Ya, Nando semenjak itu jadi nakal banget dia suka jalan dan pulang tengah malam dengan kondisi mabuk berat, dia juga meracau kalo Fabi sudah dia nikmati dan sudah dia hancurkan! Dia meracau sambil tertawa sepuasnya, semenjak itu juga mom sakit-sakitan dikemudian hari Nando pun sadar dia telah nyakiti mom dan dia berusaha untuk berhenti mabuk dan berhenti mainin cewek!"
"Tapi sekarang? Dia masih mainin cewek Sarah!"
"Itu hanya sama Fabi karena dia terlanjur sayang sama Fabi maka dia terlanjur akan menghancurkan Fabi perlahan dengan terus melampiaskan amarahnya pada Fabi dengan pura-pura masih mencintai Fabi setulus dulu, dia dendam banget sama Fabi yang udah ngehancurin kepercayaan dia! Gue tau Nando tulus banget sama Fabi, tapi bukan happy ending yang Nando rasakan dari hubungannya, akhir-akhir ini Nando sering bilang ke gue dia berusaha untuk taubat, dia gak mau terus-terusan hancurin masa depan Fabi dengan dendamnya itu, gue gak tau apa alasan Nando tiba-tiba ingin berubah!"
"Tetap saja Nando anak motor yang selalu membuat onar dan liar"
Sarah mendengus sebal "Ah, itu sudah jadi hobi Nando! Dia keras kepala"
"Eh kenapa sih jadi nanyain si rusuh itu?"
“Engga"
"Apa jangan-jangan rasa suka lo jadi cinta?" Teriak Sarah histeris tepat ditelinga Ananda
"Gaje lu"
***
"Sarah bangun dong! Gue mau pulang" teriak Ananda sangat sebal dengan sahabatnya ini yang masih tertidur pulas diranjang spongebob nya, seperti nya suara Ananda terdengar oleh seseorang diluar sana.
Ckelk, Ananda langsung mengalihkan pandangannya ke sumber suara! Terlihat Nando berdiri dengan menggunakan jaket jeans biru menambah ketampanannya, membuat Ananda tak bisa berkedip. Ya ampunAnanda! Stop dia itu cuma cowok berengsek, masa lo mau sama dia?
"Sarah gak bangun? Ini udah sore" desisnya dengan suara beratnya
Ananda tersadar dari lamunannya "Hah? Oh iya nih Sarah nya gak bangun"
"Ya sudah gue yang antar lo pulang"
Kepala Ananda menggeleng cepat "Eh gak usah"
Nando melangkahkan kakinya lalu menarik lengan Ananda erat, tanpa berkata apapun lagi, jantung Ananda berdegup sangat kencang berbeda dengan hatinya yang masih kebingungan dan sedikit rasa takut dalam dirinya pada Nando.
"Ayo masuk" ujar Nando perlahan setelah membukakan pintu mobilnya membuat Ananda kembali tersadar dari lamunan jahatnya "Eh iya"
Waktu terus berjalan selama di perjalanan mereka berdua hanya diam tanpa satu topik perbincangan diantara mereka berdua. "Kenapa diam? Setau Nando kamu itu pecicilan"
Wajah Ananda memerah "Hah? E-biasa aja ko"
Nando tersenyum manis "Lo bisa aja bikin gue senyum"
"Ke-kenapa?"
"Sikap loe!" Mata Nando terkunci kearah Ananda membuat Ananda tak bisa mengelak lagi kalau ia benar-benar menyukai Nando. Ganteng jir “Haha, udah gue duga lo cari kesempatan buat deketin abang gua!" Teriak Sarah histeris dengan tertawanya yang renyah
Ananda yang baru memasuki kelas tersenyum malu dengan teriakan Sarah yang membuat teman-teman sekelasnya memperhatikannya. "Apasih Sarah" terlihat Bella yang tak suka setelah mendengar perkataan Sarah
Ananda pun duduk di sebelah kanan Sarah "Terus gimana kemarin?" Desis Sarah nampak menggoda sahabatnya itu
Ananda kembali tersenyum "Tau ah! Lo nyebelin banget"
"Kenapa jadi gue yang salah?"
Ananda memelototinya "Terus kenapa lo kemarin gak bangun?" Murka Ananda
"Hehe lo sih gak ngerti, gue kan mau sahabat gue ini bahagia" ujar Sarah sambil mencubiti pipi Ananda gemas "Gak happy gua!" Ucap Ananda sambil menatap Sarah tak suka
"Lhaa? Kenapa gak suka?"
"Gue udah mutusin untuk gak suka lagi sama Nando, setelah gue tau kebenarannya"
Mata Sarah membelalak setelah mendengar perkataan Ananda "Yadeh" gerutunya
"Tapi gue jamin! Perlahan-lahan lo bakal balik lagi mengejarNando!"
Bela menunduk, ia nampak seperti berfikir. Oh jadi dia udah gak mau lagi sama Nando, setelah tahu kenyataannya! So, Nando berarti cuma gue yang bisa menerima lo apa adanya. Ha-Ha.
Belakang sekolah
Nando mencari-cari sosok seseorang yang menyuruhnya kemari, ia duduk dibebangkuan yang sudah terlihat agak usang, hari ini Nando terlihat sangat tampan dengan menggunakan switer hitam ditubuhnya matanya yang agak biru dan bibirnya yang seksi mampu membuat semua wanita tergila-gila padanya.
"Nando!" Suara seseorang membuat kepala Nando mengalihkan pandangannya ke sumber suara, gadis nekat gumam Nando dalam hatinya.
"Hm; lo mau apa lagi bel?"
Bela duduk di sampingNando, sebenar nya obsesi dia untuk memiliki Nando sangat tinggi. "Harapan yang lo sebut waktu itu, dia udah mundur!" Gerutu Bella dengan senyuman diwajahnya
"Ananda?" Gusar Nando
Bela hanya mengangguk pelan "Kenapa dia? Apa maksud lo"
"Dia udah bilang kalo mulai sekarang dia gak akan suka sama lo lagi, apalagi untuk sayang! Gak akan pernah"
Wajah Nando kebingungan dengan ucapan Bella "Lo jangan ngada-ngada deh"
"Kapan gue bohong sama lo! Gue cuma mau ngingetin aja, kalo yang bener-bener menerima lo apa adanya itu cuma gue! Just me!" Tegas Bella dengan nada yang cukup ditekan
Nando menatapi dia sinis "Gue gak mau sama cewek gak bener kaya lo!"
"What? Apa maksud Lo?" Teriak Bella histeris "Kalo emang lo cewek baik-baik, pasti lo bakal bantuin sahabat lo sendiri Ananda buat dapetin gue tapi nyatanya? Lo malah makin semangat buat rebut gue! Jaman sekarang emang beda ya? Dimana cowok yang dikejar, bukan cewek”
"Kalo soal kejar mengejar! Cowok atau cewek pun bisa melakukannya, hanya saja cewek mengejar cowok tanpa mengingat apa pun itu berarti cowok yang ia kejar berharga!"
Nando menatapi Bella serius "Bela! Cukup! Gue ini b******n, gue gak mau terlibat lagi sama cewek polos kaya lo! Atas semua yang telah gue lakukan selama ini maaf gue emang salah, tapi gue mohon sama loe mundurlah! Karena hati gak pernah bisa dipaksa untuk mencintai, gue takut kalo lo terus-terusan mengejar gue sementara hati gue masih aja beku! Gue takut hal yang gak mengenakan lagi terjadi sama lo!"
"Hah, soal kejadian itu? Udahlah gue gapapa ko!"
Nando menatap Bella aneh, kenapa ada wanita yang mau dan pasrah memberikan harga dirinya dengan mudahnya. "Itu semua bukan salah gue, itu salah lo yang tiba-tiba datang ketongkrongan gue dalam keadaan gue yang lagi mabuk berat!"
"Ah sudahlah!"