Adjie terdiam memandang lurus pintu ruangan tempat Raline sedang di tangani. Dia sudah menunggunya selama satu jam, tapi Petra dan dokter kandungan lain masih berada di sana, ia tidak tahu bagaimana kondisi Raline sekarang. Semoga saja tidak terjadi apa-apa dengan pewarisnya. Adjie yang masih sibuk dengan pikirannya seketika lamunannya terhenti, begitu pintu ruangan di depannya itu terbuka. Adjie seketika berdiri dari duduknya, menatap Petra datar. Sedangkan Petra sendiri menatap Adjie sambil menghela napas berat kemudian meninju rahang temannya itu dengan keras, membuat Adjie memandang Petra marah. "Kau benar-benar b******k! Bagaimana mungkin kau mencekik istrimu sendiri? Hah!" Adjie menggeleng tidak suka. "Dia bukan istriku!" bantahan Adjie membuat Petra mengerutkan keningnya bingung

