Raline yang lebih dulu tersadar seketika mendorong keras tubuh Adjie membuat pria yang akan menciumnya itu terdorong ke belakang. Dengan perlahan dirinya turun dari meja dan membenarkan simpul kimononya yang longgar, tanpa memedulikan Adjie yang terdiam mematung dia berjalan menuju pintu. Pintu rumah yang ditinggalinya selama ini terus menerus mengeluarkan bunyi gedoran yang begitu keras. Raline benar-benar takut jika pintu rumah Adjie akan roboh akibat orang gila yang menggedor rumahnya. Begitu pintu rumah terbuka, Raline melotot tidak percaya melihat Frans ada di hadapannya dengan wajah marah. Pria yang berbeda delapan tahun dengannya itu seketika mendorongnya ke dalam dan menutup pintu dengan keras. Wajah Frans memerah karena amarah dengan mata yang menyorotnya benci, dia menarik lenga

