Chapter Enam Belas

2138 Words

Dengan langkah gontai Sea keluar dari paviliun, rasanya otaknya begitu campur aduk saat ini, kalau ditanya dia memikirkan apa, Sea juga bingung menjawabnya. Pikirannya terlalu semraut. Entah kenapa, mendengar kalau Aga bisa saja harus segera kembali pulang, Sea rasanya aneh. Satu sisi dia merasa sedih, karena itu artinya dia akan berpisah dan tidak akan bertemu Aga lagi, tapi satu sisi dia juga bingung, kenapa dia harus sedih. Seharusnya dia senang, selama di panti ini, Aga adalah sosok yang selalu mengganggunya, merengek meminta ini dan itu, intinya membuat hidupnya ribet selama di panti dan dengan kepergian Aga, harusnya dia sangat senang. Sungguh Sea bingung, benar-benar bingung. Otak kecilnya begitu tidak bisa membantu. "Kenapa Se?" tanya Jona atau Jonatan, salah satu temannya "gapap

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD