9

1308 Words

Bab 9: Pertemuan yang Tak Dikenal Langkah kaki mereka berdua terdengar santai beriringan di sepanjang lorong rumah sakit yang luas dan bersih. Cahaya matahari pagi menyelinap masuk lewat jendela-jendela panjang di sisi dinding, menciptakan garis-garis cahaya keemasan yang menari-nari di atas lantai marmer yang mengkilap. Udara pagi yang sejuk perlahan menyusup masuk, membuat hati Viera yang tadinya sempat gelisah menjadi jauh lebih tenang. Agar perjalanan tidak terasa sepi dan berat, mereka terus mengobrol hal-hal ringan seputar suasana rumah sakit dan rencana makan pagi. "Pi," panggil Viera tiba-tiba sambil menunjuk ke arah persimpangan lorong di depan. "Kita ke kantin lewat sini ya? Biasanya kan lewat jalan yang lebih dekat ke sebelah kanan." Papi Arist tersenyum lembut menatap putrin

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD