Lina berjalan menghampiri Larry, dengan cepat Larry menyembunyikan surat itu dari hadapan Lina. “Kau menangis?” tanya Lina. Larry mengusap air mata yang mengalir di pipinya dengan kasar, “Tidak, aku hanya kelilipan.” “Aku takut kau menangis,” ujarnya. Larry memeluk Lina erat. “Jangan pernah tinggalkanku dan pergi dariku, oke?” ujar Larry. “Kau berbicara sangat aneh, Larry.” “Berjanjilah padaku. Apapun yang terjadi kau tak akan pernah pergi dan meninggalkanku.” “Iya Larry, aku janji.” * * * * * Masa kehamilan Lina sudah memasuki trimester terakhir. Ia hanya tinggal menghitung hari untuk dapat melihat bayi kecilnya. Larry semakin hari semakin malas untuk pergi bekerja, ia selalu beralasan sama. “Kau tidak bekerja lagi hari ini?” tanya Lina;. Larry yang sedang bermalas-malasan di

