Beberapa minggu belakangan ini Mia cukup sibuk untuk persiapan peluncuran film pertamanya. Tidak hanya dirinya, namun semua tim juga ikut sibuk. “Mi, ini jadwal promo, udah fix belum? Lo ada yang bisa datang?” tanya Olin. “Entar dulu deh Mi, gue lagi pusing nih nyapin layar buat penayangan. Ada penambahan layar dari rencana awal. Ini yang siapin siapa sih?” “Si Farhan, entar deh gue kasih tau dia. Eh hp lo dari tadi bunyi tu.” Mia melirik sejenak ponselnya, ternyata telefon dari Daffa. Merasa kerjaannya masih banyak, Mia memutuskan untuk tidak mengangkat telefon dari Daffa. Mungkin nanti jika pekerjaannya sudah selesai ia akan menghubungi Daffa. “Oh iya Mi, kemarin ada pihak dari production house di London yang datang kesini. Temannya pak Subroto, produser sahabat bokap lo. Dia lihat

