“Mia ya gitu Daff, kalau marah rada susah dibujuknya. Gimana dong?” “Gak papa Ma, Daffa paham kok.” Daffa sudah sangat mengerti bagaimana sifat calon istrinya itu. Saat sedang marah, ia akan susah untuk dibujuk. Sudah beberapa kali Daffa mendatangi rumahnya untuk meminta maaf, namun ia tak ingin menemui Daffa. Seperti hari ini, Mia masih belum ingin bertemu dengannya. “Ya udah kamu tungguin aja ya, mama harus pergi, ada meeting soalnya. Nanti juga ada janji sama mommy kamu buat bicarain persiapan pernikahan kalian. Mau gak mau Mia pasti keluar kamar karena dia harus ke kantor PH buat lihat hasil editing film nya,” jelas Anita. Daffa mengangguk paham. “Iya Ma, hati-hati ya.” “Iya Daff.” Anita pun berlalu pergi. Sejak Daffa dan Mia bertunangan, Anita memang meminta Daffa untuk memanggil

