Bermenit telah berganti menit hingga Jun Cheol yang berusaha memahami beberapa kertas dihadapannya malah membuatnya merasa tak tenang karena Ajeng masih belum membalas pesannya, tak taukah gadis itu bahwa kini fokus Jun Cheol harus terbagi-bagi.
Jin Young yang sudah selesai menghabiskan makanannya, tak lama Jin Young segera berjalan menghampiri Jun Cheol yang terlihat bingung, tak fokus tapi ia tetap maksakan dirinya untuk memahami tumpukan kertas yang terlihat bersimpangan dan ada bagian yang tak lagi utuh.
Sedangkan Jun Cheol yang menyadari kedatangan Jin Young membuat dirinya meminta Jin Young untuk membantu dirinya memahami kertas-kertas yang tak biasa ini, mendengar ucapan Jun Cheol membuat Jin Young menatap beberapa kertas lusuh dan aneh ini dengan serius.
"Jin Young-ah!! Bantuin saya memahami maksud kertas-kertas mengesalkan ini Young-ah! Entah mengapa tiap tulisan ini terlihat bersimpangan ya," ujar Jun Cheol datar.
"Coba saya baca sebentar Jun," sahut Jin Young serius.
Disaat Jin Young sibuk dengan kertas-kertas yang terlihat membingungkan ini, tak lama Jun Cheol pun menyandarkan punggungnya ke sofa dan ia menatap langit-langit apartemen dengan pandangan yang tajam seakan ia mencoba menyusun apa yang ia baca menjadi satu di dalam otaknya saat ini.
Jun Cheol yang sedang serius pun tak menyadari jika ponselnya bergetar tanda ada pesan masuk untuknya, hingga tak lama suara dering panggilan telepon membuat Jin Young menepuk bahu Jun Cheol untuk memberi taunya bahwa ponsel Jun Cheol berdering.
"Jun!! Jun Cheol ponsel anda berdering tuh! Angkat woy!" omel Jin Young mengingatkan.
Mendengar namanya dipanggil membuat Jun Cheol menatap Jin Young tajam, sedangkan Jin Young menunjuk ponsel Jun Cheol yang masih saja berdering. Jun Cheol yang kini memahami alasan mengapa Jin Young memanggilnya membuat Jun Cheol mengambil ponselnya dan tak lama Jun Cheol mengangkat ponselnya dengan nada enggan, karena saat ini rasanya kepala Jun Cheol seperti akan pecah sekarang juga.
"Sekop!! Lu sms gue? Sorry-sorry gue ketiduran tadi," ucap Ajeng panik.
"Hm iya ... gak masalah anda bisa lanjut tidur," sahut Jun Cheol datar.
"Lah lu marah sama gue sekop! Gue kan udah minta maaf tau," ujar Ajeng sebal.
"Gak saya gak marah tapi ...," ujar Jun Cheol terhenti.
"Duh jangan tapi-tapian sekop! Maafin gue dong gak sengaja serius," sahut Ajeng panik.
Sejenak Jun Cheol menghela nafasnya lelah, lalu ia menjelaskan sebisanya karena Jun Cheol tak ingin Ajeng salah paham dengan dirinya yang memang sedang tidak dalam baik karena tadi Jun Cheol harus extra mengeluarkan energinya untuk segala hal yang ia lalui hari ini.
"Saya gak marah Ajeng ... saya lagi capek aja karena seharian ini ada aja yang gak beres dan hari ini tuh bener-bener nguras tenaga saya jadi anda gak perlu minta maaf kok nanti kalo saya udah istirahat saya pasti biasa lagi, oh iya disana kamu gimana? Kamu amankan Ajeng? Kamu baik-baik aja?" tutur Jun Cheol menenangkan.
Ajeng yang mendengar ucapan Jun Cheol membuatnya menghembuskan nafas lega, lalu mereka berdua pun mengobrol santai sambil Jun Cheol kembali berdiskusi dengan Jin Young perihal segala hal yang mereka hadapi.
"Gue kira lu marah sama gue sekop, lu jangan kecapean sekop! Kesehatan tuh penting tau nanti kalo lu sakit kerjaan lu malah gak selesai! Terus kok sms gue gak dibales sekop? Yaudah kalo lu capek mending lu istirahat sekarang biar enakan lagi ... tenang aja gue aman dan baik-baik aja kok disini sekop!" ucap Ajeng semangat.
"Iya saya akan berusaha menjaga kesehatan saya, sms? Oh saya belum cek kotak pesan karena daritadi saya belum pegang ponsel saya lagi setelah mengirim pesan ... saya sedang bekerja jadi saya belum bisa beristirahat, syukurlah jika anda baik-baik saja disana!" ujar Jun Cheol datar.
"Nah bagus! Ngirim pesan ke siapa lu sekop? Cewek aneh itu? Oh masih ngerjain kerjaan lu? Bareng Jin Young, Sekop?" tanya Ajeng sebal.
"Hah? Cewek aneh mana? Apaan ...," ucap Jun Cheol terhenti.
"Jun! Liat deh! Kenapa disini tulisannya beda sama yang ini ya?" tanya Jin Young serius.
"Mana Jin Young? Loh iya juga, kenapa bisa beda gini ya?" ujar Jun Cheol serius.
"Sekop! Lu kirim sms ke siapa? Lu jangan matiin telponnya loh ya," ucap Ajeng sebal.
"Saya kirim pesan ke kamu Ajeng! Gak akan saya matiin telponnya," sahut Jun Cheol datar.
"Oh pesan yang gue bales itu! Terus si cewek aneh itu sering ngechat lu gak sekop? Eh kalian gak ngantuk? Kenapa belum tidur?" tanya Ajeng serius.
"Iya yang itu Ajeng, cewek mana? Xin Qian? Ngapain saya ngechat dia? Belum ngantuk saya, kenapa anda gak tidur? Udah waktunya istirahat bukan," tutur Jun Cheol lembut.
"Oh nama dia Xin Qian, ya kali aja lu chatan sama dia? Yaudah kalo lu udah selesai jangan lupa istirahat sekop! Iya nih gue mau tidur duluan sekop," ucap Ajeng lelah.
"Gak Ajeng! Saya gak chatan sama dia, iya tenang saya pasti istirahat kok ... iya silahkan Ajeng! Selamat beristirahat dan mimpi indah," ujar Jun Cheol lembut.
"Yaudah gak usah chatan aja sama dia sekop, gak penting juga kok dia! Oke gue tidur duluan ya sekop! Kalo lu udah beres buruan tidur sekop," ucap Ajeng lembut.
"Hm iya Ajeng," ujar Jun Cheol datar.
Panggilan telepon pun dimatikan lalu tak lama Jun Cheol mulai kembali sibuk memperhatikan kertas yang tulisannya terlihat berbeda, baru beberapa menit Jun Cheol menyibukkan dirinya tiba-tiba Jin Young menepuk bahu Jun Cheol dengan cukup keras.
"Aduh! Apaan sih Jin Young," omel Jun Cheol kesal.
Jin Young yang mendengar omelan Jun Cheol membuatnya terkekeh geli sejenak sebelum akhirnya ia menyuruh Jun Cheol tidur karena besok mereka berdua ada janji meeting dengan Barra, sedangkan Jun Cheol mengangguk-anggukkan kepalanya sejenak lalu mereka berdua masuk ke dalam kamar masing-masing.
"Udah malem Jun Cheol! Waktunya tidur woy! Besokkan kita ada janji meeting sama Barra Jun! Jangan bilang anda lupa," tutur Jin Young mengingatkan.
Gelapnya langit malam, perlahan-lahan berubah menjadi terang karena sinar matahari pagi yang menyilaukan hingga membangunkan Jun Cheol yang masih sibuk bergelung diselimutnya. Lalu tak lama Jin Young meneriaki Jun Cheol untuk bergegas bangun tidur karena mereka berdua perlu bersiap-siap meeting dengan Barra, sedangkan Jun Cheol hanya bergumam-gumam saja.
"Jun Cheol!! Jun! Bangun Jun!! Kita harus berangkat meeting Jun," teriak Jin Young sebal.
"Hm ...," gumam Jun Cheol datar.
Jin Young yang lelah meneriaki Jun Cheol membuatnya menyerah dan ia bersiap-siap mandi karena Jin Young berpikir pasti Jun Cheol akan segera bangun dari tempat tidurnya sebentar lagi, lalu tak lama ponsel Jun Cheol berdering tanda ada panggilan masuk ke ponselnya.
Dengan enggan Jun Cheol menjawab panggilan telponnya, yang ternyata panggilan telepon itu dari Ajeng yang membuat Jun Cheol bangun terduduk saking kagetnya. Padahal Ajeng hanya mengingatkan Jun Cheol karena hari mulai siang, sedangkan Jun Cheol yang mulai paham bahwa Ajeng bukan dalam masalah akhirnya Jun Cheol merasa lebih tenang.
"Sekop!!! Bangun sekop!! Buruan!" tutur Ajeng serius.
"Hah?! Kenapa Ajeng? Ada apa? Anda baik-baik sajakan?" tanya Jun Cheol khawatir.
"Iya gue baik-baik aja, gue cuma bangunin lu aja kok! Udah mulai siang nih," ucap Ajeng lembut.
"Astaga ... saya kira kenapa! Iya saya sudah bangun sekarang! Terimakasih loh Ajeng tapi anda memang baik-baik sajakan?" ujar Jun Cheol bingung.
"Gak apa-apa kok gue baik disini, yaudah lu siap-siap sana harus berangkat kerja bukan sekop?! Jangan tidur lagi sekop!!" sahut Ajeng serius.
"Hm ... iya Ajeng iya! Anda tenang saja, yaudah saya tutup telponnya?" ucap Jun Cheol datar.
"Oke sekop! Bye," ujar Ajeng lembut.
Mendengar ucapan Ajeng membuat Jun Cheol menyahuti Ajeng dengan gumaman dan tak lama panggilan telepon pun dimatikan, setelah telepon dimatikan Jun Cheol segera bergegas mandi karena Jin Young sudah kembali meneriaki Jun Cheol untuk cepat bersiap-siap.
"Jun Cheol!! Astaga bangun Jun!! Kita ada janji sama Barra!" teriak Jin Young semakin kesal.
"Hm .. iya Jin Young!! Saya udah bangun," sahut Jun Cheol datar.
Jin Young yang sudah mendengar sahutan dari Jun Cheol membuat Jin Young melangkahkan kakinya menjauhi kamar Jun Cheol untuk Jin Young kembali bersiap-siap, tak butuh waktu lama Jun Cheol dan Jin Young sudah selesai bersiap-siap dan mereka berdua sudah duduk nyaman di taxi agar cepat sampai di kantor Barra.
Selama diperjalanan Jin Young dan Jun Cheol menatap jendela taxi dengan tatapan kosong karena saat ini pikiran mereka seakan menerka-nerka apa yang sedang terjadi dan apa yang akan terjadi nanti, lalu tak lama ponsel Jun Cheol berbunyi tanda ada pesan masuk ke ponsel Jun Cheol saat ini.
"Jun Cheol ... gue minta maaf karena buat lu nunggu, tapi tolong tunggu gue diruangan ya nanti kalo urusan ini selesai kita bakal mulai meetingnya kok, oke?" pesan Barra memberi kabar.
Melihat pesan Barra membuat Jun Cheol membalas pesan Barra dengan singkat, lalu setelah bermenit-menit Jun Cheol dan Jin Young habiskan di perjalanan. Akhirnya mereka sampai juga di kantor Barra, tak ingin berlama-lama Jun Cheol dan Jin Young pun segera melangkahkan kaki mereka menuju ruangan Barra.
"Tidak masalah Barra! Kami akan menunggu diruangan anda jadi anda tidak perlu khawatir dengan kami berdua," pesan Jun Cheol membalas sms dari Barra.
Sesampainya di ruangan Barra, Jun Cheol dan Jin Young segera duduk dan menatap ruangan Barra lekat. Karena saat ini pelaku dari kasus belum ditemukan jadi Barra pun bisa menjadi salah satu pelaku, oleh karena itu Jun Cheol dan Jin Young pun memperhatikan ruangan Barra mana tau ada bukti atau hal yang bisa diselidiki di tempat ini.
Pandangan mata Jun Cheol tajam meneliti setiap sudut yang mungkin ada bagian atau tempat yang terlihat aneh dimatanya hingga tak lama matanya terkunci oleh rak yang terlihat tak biasa dan menarik perhatian Jun Cheol saat itu.
Merasa ada yang aneh di sini membuat Jun Cheol mengajak ngobrol Jin Young yang sibuk menatap meja kerja Barra yang terlihat penuh dengan tumpukan kertas, mendengar namanya di panggil membuat Jin Young mengalihkan pandangannya dan mereka berdua sibuk mengobrol tentang apa yang mereka lihat di sini.
"Young-ah! Kenapa sekretarisnya gak protektif bahkan setelah kejadian ya? Kenapa juga rak di ujung sana kayak keliatan gak biasa dan aneh gitu kan?" tanya Jun Cheol serius.
"Bener juga ya Jun? Kenapa dia welcome banget sama orang lain? Rak mana Jun? Oh yang ada di sudut sana ya? Hm, kenapa ya beda gitu? Oh iya Jun! Apa tumpukkan kertas itu gak pernah di beresin ya? Sampe kayak gunung gitu," ucap Jin Young bingung.
"Kalo alasannya karena kerja tapi bukannya kalo kinerja dia kayak gitu malah buat orang lain jadi bisa berbuat hal buruk dengan mudah? Iya bener itu yang disudut disana! Coba nanti kita tanya ke Barra biar jelas, mungkin karena kerjaan Barra lagi banyak kali," tutur Jun Cheol datar.
"Jelas bahaya banget kalo dia gitu, karena kita gak tau mana lawan mana rekan ... kadang yang kita pikir rekan suatu saat bisa jadi lawan dan kadang yang kita pikir lawan pun bisa jadi rekan tanpa kita sadari ya Jun? Iya coba nanti kita tanya Barra kalo dia dateng! Bisa jadi, tapi keliatan aneh aja gak sih Jun?" ujar Jin Young masih bingung.
"Jelas banget Young-ah! Bener, lu bener banget soal itu ... kadang lawan bisa nyamar jadi rekan cuma demi ngerebut hal yang sebenarnya masih bisa dicari dan kadang rekan juga bisa nyamar demi ngelindungin kita dari jauh! Yaudah nanti soal meja kita tanya juga barengan sama soal rak yang disudut sana Young-ah," ucap Jun Cheol lembut.
Mendengar ucapan Jun Cheol membuat Jin Young mengangguk-anggukan kepalanya tanda Jin Young setuju dengan apa yang dikatakan Jun Cheol, lalu tak lama Barra masuk ke dalam kantor nya dengan wajahnya kusut dan terlihat lelah.
Melihat hal ini membuat Jun Cheol dan Jin Young mengerutkan dahi mereka sejenak, lalu tak lama mereka berdua pun menyapa Barra. Sedangkan Barra yang disapa justru baru menyadari kehadiran dua detektif tampan yang kini menatapnya bingung, tak ingin membuang-buang waktu Barra pun menjawab sapaan para detektif dengan lesu.
"Bar! Lu gak apa-apa?" tanya Jin Young bingung.
"Are you ok, Barra?" ujar Jun Cheol bingung.
"Hah?! Oh kalian udah datang, ya ... gue gak apa-apa! I am oke Jun, I am oke!" sahut Barra lesu.
Barra yang mulai sadar dengan apa yang akan mereka lakukan pun membuatnya segera duduk tak jauh dari posisi duduk Jin Young dan Jun Cheol yang terlihat santai, sebenarnya bukan Barra sedang gugup kali ini ia hanya sedang merasakan kepalanya berdenyut-denyut dan kepalanya terasa begitu pening hingga Barra terus saja diam karena menahan rasa sakit di kepalanya.
|Bersambung|