Kanuragan

1743 Words

“Buset!” Nada menatap mendelik pada Aren senyampang meletakkan tas ransel di meja. “Apaan nih, pagi-pagi begini mendadak langsung misuh?” Aren yang tadi sedang sibuk main ponsel beringsut bangkit dan memutari meja hanya agar bisa mendapat angle yang bagus untuk menghadap ke arah Nada. “Oke, sekarang kamu nggak bisa bohong atau mengelak lagi!” Aren galak, berkacak pinggang. “Sebenernya kamu selama ini perawatan di salon mana?” Tak langsung menyahut, Nada meringis saat balas bersikap gahar pada Aren. “Ini pada kenapa, sih? Tadi anak-anak di luar juga pada nanyain salon. Salon pala lo peyang!? Orang aku nggak pernah ke mana-mana. Semalam kan kita telponan sampai lama. Nggak mungkin aku telponan kayak gitu kalau pas di luar kamar.” “Tapi ini jelasinnya gimana?” Aren meraba ujung rambut

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD