Seperti biasa, pemandangan yang rutin terjadi begitu bel tanda jam istirahat berbunyi dan guru meninggalkan kelas adalah acara cek ponsel secara massal. SMA 29 memang tak melarang murid membawa ponsel ke sekolah, hanya sekadar memerintahkan agar mereka tak mengaktifkannya pada jam-jam pelajaran. Di luar itu, termasuk pada jam istirahat, penggunaan ponsel diperbolehkan, asal tidak menggunakan wi-fi sekolah. Password-nya hanya diketahui para guru, dan rutin diganti tiap bulan. Murid-murid pun harus puas daring menggunakan sinyal seluler masing-masing, atau hotspot memakai ponsel dari kawan yang paling tajir! Nada tentu tak beda dengan anak-anak sekelas. Yang agak aneh adalah Aren. Bukannya mengambil ponsel dari tas, anak itu malah beringsut tergesa-gesa. “Aku ke Bu Siwi bentar. Ada urusan

