Kali ini Tuhan menunjukkan siapa yang pantas aku perjuangkan dan siapa yang harus aku lepaskan. Abi menggenggam erat jemari mungil Salwa. Wanita itu kini tengah terlelap. Beberapa jam yang lalu Salwa sempat kritis tapi ia berhasil melaluinya. Abi mendaratkan beberapa ciuman lembut pada punggung tangan Salwa. Ia terus merapalkan doa dalam hati, menginginkan agar Salwa segera sadar. Setelah Salwa melewati masa kritisnya, Abi langsung mengambil keputusan dan membawa Salwa berangkat ke Luar Negeri saat itu juga. Ia tak ingin sesuatu yang buruk menimpa Salwa. "Bangun, Sayang!" ucap Abi pelan sambil terus mengecupi punggung tangan Salwa. "Aku janji bakalan turutin kemauan kamu, apapun itu. Asalkan kamu bangun!" Buliran bening milik Abi sempat menetes diatas punggung tangan Salwa membuat bol

