Kebahagiaanku adalah melihatmu terbangun dari tidur panjangmu. "Mau ngomong apa, Bi?" tanya Salwa lembut. Minggu pagi ini Abi membawa Salwa jalan-jalan menyusuri lorong rumah sakit. Semalaman ia berpikir, bagaimanapun juga Salwa harus tau hubungannya dengan Lidya. Ia tak mungkin menyembunyikan ini semua. Abi menepikan kursi roda Salwa lalu ia mengambil tempat tepat didepan kursi roda Salwa. Abi duduk jongkok dengan kedua tangan menggenggam jemari Salwa. "Sebelumnya aku mau minta maaf sama kamu, Sal!" ucap Abi pelan. "Minta maaf? Untuk apa?" tanya Salwa dengan kening mengernyit. Abi menundukkan kepalanya sebentar lalu kembali menatap Salwa. "Apapun yang kamu dengar, inilah kenyataannya. Dengan ini aku harap kamu nggak salah paham nantinya!" "Kamu ngomong apa sih, Bi?" Salwa mulai tak

