Senyummu adalah kebahagiaanku dan tangismu adalah kesedihanku. "Apa aku boleh tau siapa itu Abi?" Kedua mata Lidya seketika membulat. Benar-benar tak menyangka Davin bertanya tentang Abi dan bagaimana Davin bisa tau tentang Abi? "A-Abi?" cicit Lidya lirih. Davin tak menjawab membuat Lidya menelan salivanya pelan. Otaknya terus berpikir bagaimana Davin bisa menanyakan tentang Abi. "Setiap hari kamu menceritakan tentangnya. Setiap pagi kamu bertemu dengannya dan sorenya Abi akan menemuimu. Bahkan tiap malam kamu selalu menghabiskan waktu dengannya. Sepenting itukah Abi dalam hidupmu?" Ucapan Davin yang begitu panjang membuat d**a Lidya terasa begitu sesak. Airmatanya serasa berlomba ingin menetes. Jadi selama ini Davin bisa mendengar tentang semua yang Lidya katakan. "Terakhir kamu be

