SEPULUH

1618 Words

Nana mendorong gerbang kecil bercat hitam itu pelan setelah membuka gemboknya. Melihat sekitar halam kecil rumahnya yang sudah banyak di tumbuhi rumput liar bahkan ada yang sudah mulai layu mungkin sebentar lagi akan mati. Sepertinya hari libur nanti ia harus meluangkan waktunya. Memberishkan rumah juga halamannya yang sudah ditumbuhi perdu liar pendek Hari sduah semakin malam, hawa dingin mulai terasa di kulit. Semilir angin membawa sisa hangatnya mentari. Suara burung-burung yang terbang menuju sarangnya juga riuh masih terdengar. Suara mesin motor membuat Nana yang hendak masuk ke dalam rumah mengurungkan niatnya. Melihat Fatma yang datang dengan motor matik warna merah muda yang terlihat kesusahan membuka gerbang Nana tersenyum kecil dan menghampiri Fatma, membantunya membukakakan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD