“Slurp!” Diana menyeruput sisa kuah terakhir dari cup mie-nya. Wajahnya tersenyum lebar bagaikan singa yang baru saja selesai menyantap seekor rusa bulat-bulat setelah berbulan-bulan tidak makan. “Kayanya mood-mu udah membaik ya?” ujar Rama yang kemudian tak mau kalah untuk menyeruput sisa kuah miliknya juga. Namun dengan versi yang lebih sopan. “Hehe, mendingan lah mas. Diana meringis kuda pada Rama. “Berarti udah bisa lanjut lagi perjalanannya?” “Nanti dulu deh mas, tunggu makanannya turun sebentar lagi ya?” bujuk Diana yang enggan beranjak sama sekali dari bangkunya. Padahal ia hanya menghabiskan sebuah mie cup, tapi perutnya malah serasa penuh. “Ya udah deh kita istirahat dulu barang setengah jam gimana?” Diana mengangguk semangat dan semringah. “Boleh-boleh deh mas. Lagian nga

