Rumah Diana

1547 Words

Langit sudah hampir gelap. Suasana pedesaan mulai terasa ketika mobil Rama memasuki gang dengan jalan yang tidak beraspal. Bukankah Diana hanya tinggal duduk manis di kursi penumpang? biarkanlah Rama yang menyetir, membawanya sampai ke depan rumah dengan selamat. Namun mengapa perjalanan serasa lama dan melelehkan? Diana melangkah keluar dari mobil setelah perjalanan yang cukup panjang. Akhirnya ia dapat kembali mencium aroma masa kecilnya. Aroma khas yang selalu mengingatkannya akan secuil kenangan bahagia saat ia menghabiskan masa-masa kecilnya di rumah itu. “Keluarga kamu keturunan keraton Jogja?” celetuk Rama. Ia baru saja selesai menurunkan koper Diana dari bagasi. “Bukan.” “Aku kira kamu dari keluarga ningrat karena arsitektur bangunan rumahmu kental banget sama unsur jawanya,”

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD