"Paman!" Dua bocah ke luar dari dalam. Bayu berlutut, dipeluk, dan digendong kedua keponakannya. Namun tatapannya masih ke pintu penghubung, menunggu seseorang yang sudah satu Minggu ini tak dilihatnya. Tapi, yang muncul Nur, bukan Aina. Bayu membawa keponakannya ke teras rumah. Mereka bercanda sejenak di sana. Tiba-tiba Aina muncul di teras, dengan membawa rantang susun di tangannya. Bayu terpana melihat Aina, yang terlihat berubah di dalam pandangan mata Bayu. "Kata Kak Nur, buat Kak Bayu makan malam." Aina meletakkan rantang di atas meja teras. Lalu Aina kembali masuk ke dalam rumah, sebelum Bayu sempat menatap wajahnya berlama-lama. Bayu mengikuti langkah Aina dengan tatapannya. Aina masuk ke dalam, tanpa berusaha bicara lebih banyak lagi dengan Bayu. Aina berusaha meredam rasa di

