Bayu terduduk di tepi ranjang, niat untuk video call dengan Raisa menguap entah kemana. Benaknya dipenuhi oleh nama Aina, dan Rasyid. "Ya Allah, ada apa dengan otakku? Aina mau apa itu terserah dia. Mau nikah dengan Rasyid, atau siapa, terserah dia!" Bayu berdiri dari duduknya, ia kembali ke ruang tengah untuk menonton televisi, minum kopi, dan makan gorengan. Di warung tadi, ia hanya makan gorengan lima. Sekarang di hadapannya ada sepuluh gorengan. Ada pisang, tahu isi, bakwan, tempe, kroket, rondo royal, dan gumpal singkong. Hati yang gelisah bercampur kesal, membuat gorengan di atas meja sebentar saja semua sudah berpindah ke dalam perutnya. Bayu mengunyah tanpa berhenti. Beruntungnya, makan banyak tidak membuat tubuhnya jadi berlemak. Karena ia rajin ke tempat fitnes dua kali dala

