Mereka makan malam bertiga. Nenek tampak lahap menikmati hidangan ikan favoritnya. "Kamu pintar masak, Ai." "Terimakasih, Nek." "Raisa bisa masak tidak, Bay?" "Uhuk!" Bayu tersedak mendengar pertanyaan dari Neneknya. "Pasti tidak bisa, iyak'kan? Bisanya cuma bersolek saja." "Jaman sekarang, hal seperti itu sudah lumrah, Nenek. Urusan memasak, dan urusan rumah, bisa dikerjakan asisten rumah tangga." "Biar begitu, setidaknya harus belajar juga, Bayu. Asisten rumah tangga, kamu tahu apa tugas asisten. Tugasnya membantu yang punya rumah tangga, bukannya dia yang mengatur, dan lebih mengetahui dari yang punya rumah." "Raisa di mata Nenek tidak ada bagus-bagusnya," gerutu Bayu. "Hey, apa pernah aku menghina dia?" "Ya, tapi Nenek tidak pernah memuji dia." "Bagaimana aku bisa memuji,

