"Kita sampai!" ujar Adam setelah berhasil membuka pintu rumahnya yang terbuat dari batu granit itu. "Come on, Baby? Selamat datang di rumah ternyaman kita," tambah Adam dengan wajah riang. Bukannya bahagia seperti Daddy-nya, Chloe malah terdiam. Langkahnya pun terasa berat untuk ia gerakkan memasuki bangunan itu. Sebab, setiap jengkal rumah ini memiliki banyak kenangan indahnya bersama Sharon.
"Chloe," panggil Damian sambil menyenggol siku Chloe dengan sikunya. Chloe pun kembali sadar dari lamunannya. Kemudian ia menghela nafas panjang dan ia hembuskan secara perlahan. "Are you okay?" tanya Damian sambil menatap Chloe dengan cemas. Melihat mantan tetangga baiknya itu begitu mencemaskannya, Chloe pun berusaha menarik kedua ujung bibirnya secara bersamaan.
"I'm okay," jawab Chloe tidak bersemangat. Kemudian ia pun menegakkan badannya dan berjalan masuk ke dalam rumahnya dengan langkah gontai. Meninggalkan teman sejak kecilnya itu sendirian. Dulu Damian memang tinggal di samping rumah Chloe. Bahkan, dulu Chloe sering dititipkan kepada keluarga Damian saat Adam pulang malam atau bahkan tidak bisa pulang. Namun, tiga tahun yang lalu. Keluarga Damian harus pindah rumah ke daerah elit di kota Aberdeen. Sebab, mereka sudah bisa beli rumah yang lebih besar setelah bisnis restoran keluarga Damian semakin terkenal.
Kembali pada Damian yang hanya bisa menghembuskan nafas beratnya sambil menatap punggung Chloe yang semakin menjauh. Segera ia pun berjalan masuk mengikuti langkah gadis cupu di sekolahannya itu. Tatkala, melihat Chloe duduk di sofa sambil memandangi fotonya bersama Sharon. Segera Damian berinisiatif untuk mengalihkan perhatiannya.
"Eh, kira-kira. Jam segini ada acara apa ya di tv?" ujar Damian sambil melompat duduk di samping Chloe. Dengan sigap ia pun meraih remote control tv yang tergeletak di atas meja. Dengan sekali pencet. TV LED berukuran empat puluh satu inchi pun menyala dan menayangkan sebuah acara berita.
"Breaking news! Sebuah kejadian aneh menimpa hampir di seluruh dunia. Dimana orang-orang pecinta anjing berbondong-bondong datang ke kantor Tim Penyelamat Hewan untuk melaporkan kasus kehilangan anjingnya," ujar seorang pembawa berita dengan tegas dan mantap.
"Acara apaan sih? Kok berita ginian dimuat di televisi swasta," gumam Damian. Ia yang tidak ingin melihat Chloe semakin bersedih dengan apa yang sedang dikabarkan berita itu hendak mengganti channelnya.
"Tunggu! Tunggu!" cegah Chloe sambil merebut remote itu dari tangan Damian. Ia pun menguatkan suara layar datar itu hingga beberapa kali.
"Di kabarkan dari kantor Tim Penyelamat Hewan setempat. Sudah ada tiga ratus lima puluh satu kasus kehilangan anjing yang melapor. Sementara itu, lebih dari lima ratus pelapor mencari bantuan dari pihak lain seperti Polisi, tim SAR dan Kantor Pemadam Kebakaran," ujar si pembawa berita lagi. Kemudian layar kaca pun menampilkan bagaimana suasana di depan kantor Tim Penyelamat Hewan yang cukup memprihatinkan. Beberapa orang terlihat menangis histeris sambil memeluk barang-barang kesukaan anjing peliharaan mereka. Sebagian lagi terlihat marah-marah dan menuntut pihak Tim Penyelamat Hewan untuk segera memberikan informasi mengenai keberadaan anjing peliharaan mereka.
Gambar pun berganti ke tempat lain. Dimana orang-orang memenuhi Kantor Polisi, Kantor Tim SAR dan Kantor Pemadam Kebakaran. Mereka pun tampak begitu sedih. Meskipun keadaan terlihat lebih tenang daripada di kantor Tim Penyelamat Hewan tadi. Namun, tetap saja pemandangan ini begitu memprihatinkan.
"Anehnya Tim gabungan sudah mencari sampai ke pelosok negeri. Namun, tetap saja mereka tak menemukan anjing-anjing itu. Bahkan, jejaknya pun tak terdeteksi sama sekali. Beberapa media penyiaran berita dunia seperti BBC dan CNN pun tengah ramai membicarakan kasus yang sama. Dimana lebih dari puluhan ribu kasus kehilangan anjing melanda di seluruh dunia beberapa bulan terakhir ini. Entah siapa dalang di balik semua kekacauan ini. Dan apa motifnya masih didalami oleh para pihak yang berwajib," tambah si pembawa acara cantik itu sebelum layar televisi menunjukkan tayangan video mengenai pencarian para tim gabungan mulai dari tempat sempit di kota sampai ke pelosok hutan.
"Ada apa ini sebenarnya? Kenapa tiba-tiba semua anjing di dunia ini menghilang?" gumam Chloe lirih. Damian yang juga tengah sama bingungnya tak tau harus menjawab apa.
"Mungkin sedang terjadi konspirasi gobal," sahut Adam yang dari anak tangga terakhirnya. Chloe dan Damian pun menoleh bersama ke sumber suara.
"Maksud Daddy apa?"
"Ya, Daddy juga tidak tau pasti. Cuma Daddy rasa pasti ada permainan para penguasa untuk bisa mengepakkan sayapnya lebih lebar." Chloe menggelengkan kepalanya beberapa kali.
"No. No. No. Chloe merasa sangat janggal dengan kasus ini. Kalau seandainya yang terjadi hanya di Aberdeen atau setidaknya di Skotlandia saja. Mungkin…. Mungkin bisa jadi apa yang Daddy bilang bener. Cuma ini terjadi di seluruh dunia, Dad. Untuk apa penguasa dunia menculik anjing-anjing itu satu per satu. Kan aneh? Menurut kamu bagaimana, Dam?" timpal Chloe. Saat mengucapkan namanya disebutkan oleh Chloe.
"Oh, iya. Ya, aku sependapat dengan Chloe. Karena kejadian ini beneran aneh. Hanya saja? Siapa yang mungkin melakukan hal ini? Dan untuk apa?" ucap Damian. Lalu ia terlihat berpikir sejenak. "Atau bisa jadi yang mereka buru sekarang. Bukan anjingnya tapi kulit anjing yang bisa dijadikan jaket berbagai pola. Sesuai dengan ras anjing yang mereka tangkap," lanjut Damian yang langsung mendapatkan jitakan dari tangan Chloe. Pletak! "Aw," pekik Damian.
"Kamu jangan ngomong yang tidak-tidak ya. Aku yakin Sharon masih hidup dan aku lebih yakin dia pasti akan kembali!"
"Ya…. Kita realistis saja lah, Chloe. Coba kamu pikir. Kenapa anjing-anjing itu menghilang secara tiba-tiba. Penjelasan yang paling relevan. Ya, cuma mereka diculik untuk diambil kulitnya. Bisa sebenarnya mereka diculik oleh para mafia. Anjing-anjing itu dimasukkan ke dalam bangunan yang tidak ada yang tahu. Lalu mengulitinya satu per satu. Setelah itu tubuh mereka pun dipanggang bersama-sama." Pletak! Chloe kembali menjitak kepala Damian dengan lebih keras. "Aw. Sakit tau!" protes Damian.
"Rasain! Siapa suruh kamu sok jadi detektif ala film-film thriller yang sering kamu tonton itu. Aku cuma ingetin ya. Kalau ini di dunia nyata. Bukan di dunia film kamu saja."
"Sudah. Sudah. Jangan malah kalian ribut sendiri,' kata Adam menengahi. "Lebih baik kamu istirahat di tempat tidur dulu untuk beberapa saat. Supaya pikiran kamu semakin tenang dan bisa berpikir jernih."
"Tapi, Dad. Aku yakin banget Sharon masih hidup. Aku yakin Sharon pasti akan pulang. Sharon itu hadiah terindah dan terakhir Mommy saat Chloe masih kecil. Kita sudah tumbuh bersama-sama. Kita bermain bersama. Menangis bersama. Bahkan takut petir bersama-sama. Chloe yakin Sharon pasti nggak akan lupa sama Chloe. Hiks. Hiks. Hiks." Mendadak air mata Chloe pun kembali menggenang di pelupuk mata.
"Chloe," gumam Damian dan Adam secara bersamaan.
…………………………
Hai, kak. Jumpa lagi di cerita Riezka Karisha. Sebagai seorang penulis, saya kembali mengingatkan kepada kalian semua untuk saling menghargai setiap karya kita ya, kak. Tentunya, kakak-kakak semua punya sebuah karya yang mungkin berbeda bentuknya. Entah itu dalam bentuk lukisan, jahitan, makanan atau apapun itu. Yang pasti, kita tidak mau dong karya kita diatasnamakan orang lain, dijiplak orang lain, apalagi sampai diperjualbelikan orang lain. Jadi, tanpa mengurangi rasa hormat saya. Saya memohon kepada semua pembaca sekalian untuk bisa melindungi dan menghargai semua cerita yang pernah kalian baca. Entah cerita saya ataupun cerita penulis lain agar terbebas dari plagiat dan penjual Pdf tak bertanggung jawab.
Memang benar kalian kadang harus membeli koin untuk membuka bab yang ingin dibaca. Namun, saya tekankan disini. Uang yang kalian bayar untuk membeli koin. Hanya mendapat hak membaca bukan membeli cerita. Karena sesungguhnya, cerita di Innovel maupun Dreame sudah dikontrak dengan Stary dan sepenuhnya milik Stary. Jadi, jika kalian melanggar hak cipta kami. Tentunya akan berurusan dengan pihak Stary yang lebih paham hukum.
Selain itu, apakah kalian tidak bisa membayangkan bagaimana perasaannya si penulis yang menjadi sasaran plagiat. Ibaratnya nih, kita punya anak berprestasi. Tapi, diakui orang lain itu anak dia. Kan sakitnya tuh disini? Hehe.
Aku yakin sih kalian semua pembaca bijak dan amanah. Tapi, saling mengingatkan itu penting, kan? Siapa tau kalian pernah baca cerita A disini lalu Nemu lagi disana. Kan nggak afdol tuh.
Ya, sudah sekian pengumuman saya kali ini. Mungkin, kalian akan menemukan hal yang sama di bab-bab selanjutnya. Jadi, kalian bisa abaikan saja ya kak. Karena saya akan selalu mengingatkan hal yang sama. Agar kita bisa selalu sejalan dan sepaham. Terima kasih atas perhatiannya. Jika ada kata yang kurang berkenan saya mohon maaf sebanyak-banyaknya.