Pagi ini Chloe berangkat ke sekolah pagi-pagi sekali. Dia tidak mau bertemu Damian dulu hari ini. Apalagi sampai berangkat ke sekolah bersamanya. Bisa-bisa, ia jadi bulan-bulanan Sarah, Alice dan teman-temannya lagi. Makanya dengan langkah mengendap-endap Chloe keluar dari rumahnya seraya menuntun sepedanya. Setelah berada jauh dari rumahnya. Chloe langsung naik ke atas sepeda lalu segera mengayuhnya menuju sekolah.
"Huh. Gara-gara Daddy pergi keluar kota. Dia jadi minta Damian untuk mengantar jemput aku. Padahal, hal itu kan justru bikin aku tambah masalah di sekolah," gumam Chloe sambil terus mengayuh pedal sepedanya.
Sedangkan, benaknya terbayang pada Sharon yang berada di rumah sendirian. Sebenarnya, Chloe sudah menyiapkan makanan, minuman dan keperluan Sharon sebelum berangkat tadi. Hanya saja, Sharon masih belum pulih benar. Sehingga membuat Chloe tidak begitu tega meninggalkannya sendirian.
'Sharon tunggu aku pulang. Aku janji akan segera pulang,' ujar Chloe sambil terus mengayuh sepedanya. Chloe menoleh ke kiri dan kanan. Pemandangan pagi hari ini yang begitu menyenangkan. Padahal, hari masih cukup pagi. Kabut pun masih menyelimuti bumi. Sementara kegiatan orang-orang di sepanjang jalan belum terlihat berlalu-lalang. Seakan mereka masih enggan menyapa dunia pagi di musim semi ini.
Chloe sendiri malah menikmati perjalanannya. Sambil mengayuh sepedanya ia menikmati kesegaran pagi yang dinginnya memang masih menusuk kulit itu. Ia pun sengaja menggunakan jaket tebal dan celana panjang. Agar tubuhnya tidak membeku di tengah jalan. Untuk urusan seragamnya. Ia bisa menggantinya di sekolah. Jadi, dia tidak merasa khawatir. Hanya satu yang ia khawatirkan ialah bertemu dengan Damian nanti di sekolah. Dia akan berkata apa jika cowok itu bertanya kepadanya. Kenapa Chloe meninggalkan Damian dan lebih memilih sepeda untuk berangkat ke sekolah. Tentunya, sekalipun Chloe beralasan ada urusan sebelum datang ke sekolah. Tetap saja Damian tidak akan percaya dengan omongan alasan Chloe.
'Huh. Cowok itu memang payah. Kenapa dia begitu ingin mencampuri urusan pribadiku?' batin Chloe frustasi. Di saat bibirnya cemberut. Gedung sekolahnya yang menjulang tinggi dengan warna khas bangunan Aberdeen yang didominasi warna abu-abu sudah mulai nampak nyata. Tak lagi hanya ada di benak Chloe semata.
"Akhirnya sampai juga," gumam Chloe sambil turun dari sepedanya. Ia pun menuntun sepedanya hingga masuk ke dalam area sekolah. Setelah parkir di tempat yang sudah siapkan, Chloe bergegas masuk ke dalam ruang kelasnya untuk mengisi perut dan menunggu kedatangan guru kelas.
Di depan rumah Chloe, mobil Damian berhenti. Seperti biasa dia akan segera masuk kedalam untuk mencari si penghuni rumah yang tidak lain adalah Chloe tentunya. Sayangnya Damian tidak bisa langsung masuk ke dalam seperti biasa. Sebab, pintu kayu itu dikunci dari luar. Sehingga dia tidak bisa masuk begitu saja. Krek. Krek. Krek. Dami berusaha membuka gagang pintu itu dengan lebih kuat. Namun, tetap saja tidak bisa dibuka.
"Tumben tidak bisa dibuka. Si Chloe masih di dalam tidak ya. Atau jangan-jangan terjadi sesuatu sama gadis malang itu," gumam Damian mulai panik. Ia pun segera mengintip dari kaca jendela rumah itu. Sepi. Tidak ada gerakan yang membuat Damian semakin panik dan kalang kabut. "Chloe!!! Chloe!!! Kamu kenapa? Kemarin kamu masih terlihat baik-baik saja kok. Kamu tidak sedang sakit, kan?" teriak Damian lagi. Tetap saja tidak ada orang yang menjawab pertanyaan sederhana itu. Tok. Tok. Tok. Tok. Damian terus mengetuk pintu itu dengan sekuat segera. Tetap saja ia tak mendapatkan balasan apa-apa setelah itu.
Dari dalam rumah, Sharon yang merasa kasihan pada Damian yang tak kunjung pergi dari depan pintu. Dengan sengaja melewati tempat tidurnya. Kemudian melewati jalan-jalan yang biasa ia gunakan untuk keluar dari rumah. Akhirnya Sharon bisa keluar meskipun kini ia hanya berada di samping rumah.
Tok. Tok. Tok.
"Chloe! Chloe ini aku Damian! Kau sedang apa sih di dalam?" ulang Damian berkali-kali. Namun tetap saja tidak ada sahutan dari dalam. Panggilan Damian pada ponsel Chloe pun tak mendapatkan respon juga. Sehingga membuat anak itu semakin blingsatan.
"Chloe sudah berangkat, Damian. Pergi lah saja segera," ujar Sharon dari balik pohon yang berasa di sisi kiri rumah Chloe. Damian pun tersentak. Ia segera menoleh ke sumber suara.
"Tidak ada siapa-siapa? Lalu yang berusan bicara siapa?" gumam Damian bingung.
"Dia sudah pergi pagi-pagi sekali. Saya pikir dia tidak ingin bertemu anda untuk beberapa saat ini. Jadi, tolonglah hagai keputusan Chloe," timpal Sharon lagi.
"Benar, kah? Tapi kenapa? Apa salahku?"
"Jangan banyak bicara, tanyakan saja semuanya pada Chloe langsung."
"Baiklah kalau begitu," balas Damian sambil berusaha mempertajam kedua indera pendengarannya. 'Kayaknnya suara orang itu dari balik pohon Cemara itu deh," pikir Damian. Karena penasaran ia pun segera berjalan mendekat. Dari tempatnya berdiri Sharon merasa kebingungan. Tatkala Damian mulai berjalan mendekatinya. Sharon pun kebingungan harus melakukan apa.
Damian yang sudah sangat penasaran. Berjalan mendekat, mendekat dan semakin mendekati pohon itu.
'Bagaimana ini? Bagaimana jika Damian tau yang berkata-kata tadi adalah aku. Anjing Chloe yang sudah lama ia kenal,' batin Sharon sambil mencari cara untuk bisa melarikan diri dari tempat itu. Sharon pun menoleh ke kiri dan kanan.
Langkah demi langkah Damian pun semakin dekat. Hingga akhirnya saat ia melongokkan kepalanya. Ia tidak bisa menemukan siapa-siapa di sana. Karena Sharon sudah lebih dulu melarikan diri.
"Tidak ada siapa-siapa? Lalu siapa yang dia ngomong sama aku ya?" gumam Damian kemudian. "Hiii. Jangan-jangan ada makhluk astral disini?" lanjut Damian sambil mengidik ngeri. Lalu ia pun bergegas masuk ke dalam mobil dengan langkah yang sedikit tergesa-gesa.
Tak butuh waktu lama untuk Damian sampai di sekolah. Setelah memarkirkan mobilnya di tempat biasa. Ia pun segera mencari keberadaan Chloe. Ia ingin cari tau alasan Chloe menjauhinya sejak kemarin. Namun, ternyata mencari Chloe tidak semudah yang ia kira. Di kelas, di kantin ataupun di lobi sekolah yang sudah merek lewati. Tetap saja tidak ada sosok Chloe. Lalu ia teringat satu tempat yang sering diceritakan Chloe di sekolahan ini. Meskipun ia sendiri jarang datang ke tempat itu karena tempat itu kumuh dan banyak nyamuk, tapi demi bisa menemukan Chloe ia rela melakukannya.
Dengan langkah tegap Damian berjalan menuju taman samping sekolah. Taman yang sudah lama tidak digunakan dan juga jarang dirawat. Sehingga keadaannya benar-benar kotor.
'Tuh kan dia ada di sana,' batin Damian saat melihat sosok Chloe dari kejauhan. Namun, langkahnya mendadak melambat melihat sosok lain yang tengah duduk bersama Chloe. Bahkan, mereka saling menyuapi satu sama lain.
"Apa-apaan mereka? Mereka lupa ini dimana?" gumam Damian kesal.
…………………………
Hai, kak. Jumpa lagi di cerita Riezka Karisha. Sebagai seorang penulis, saya kembali mengingatkan kepada kalian semua untuk saling menghargai setiap karya kita ya, kak. Tentunya, kakak-kakak semua punya sebuah karya yang mungkin berbeda bentuknya. Entah itu dalam bentuk lukisan, jahitan, makanan atau apapun itu. Yang pasti, kita tidak mau dong karya kita diatasnamakan orang lain, dijiplak orang lain, apalagi sampai diperjualbelikan orang lain. Jadi, tanpa mengurangi rasa hormat saya. Saya memohon kepada semua pembaca sekalian untuk bisa melindungi dan menghargai semua cerita yang pernah kalian baca. Entah cerita saya ataupun cerita penulis lain agar terbebas dari plagiat dan penjual Pdf tak bertanggung jawab.
Memang benar kalian kadang harus membeli koin untuk membuka bab yang ingin dibaca. Namun, saya tekankan disini. Uang yang kalian bayar untuk membeli koin. Hanya mendapat hak membaca bukan membeli cerita. Karena sesungguhnya, cerita di Innovel maupun Dreame sudah dikontrak dengan Stary dan sepenuhnya milik Stary. Jadi, jika kalian melanggar hak cipta kami. Tentunya akan berurusan dengan pihak Stary yang lebih paham hukum.
Selain itu, apakah kalian tidak bisa membayangkan bagaimana perasaannya si penulis yang menjadi sasaran plagiat. Ibaratnya nih, kita punya anak berprestasi. Tapi, diakui orang lain itu anak dia. Kan sakitnya tuh disini? Hehe.
Aku yakin sih kalian semua pembaca bijak dan amanah. Tapi, saling mengingatkan itu penting, kan? Siapa tau kalian pernah baca cerita A disini lalu Nemu lagi disana. Kan nggak afdol tuh.
Ya, sudah sekian pengumuman saya kali ini. Mungkin, kalian akan menemukan hal yang sama di bab-bab selanjutnya. Jadi, kalian bisa abaikan saja ya kak. Karena saya akan selalu mengingatkan hal yang sama. Agar kita bisa selalu sejalan dan sepaham. Terima kasih atas perhatiannya. Jika ada kata yang kurang berkenan saya mohon maaf sebanyak-banyaknya.