'Aduh! Kok sakit sih?’ Awalnya, rasa tak nyaman itu hanya berupa gangguan kecil. Seperti ada sesuatu yang menggesek bagian dalam pipiku. Hal sepele yang biasanya bisa aku atasi dengan mudah. Aku bahkan tak terlalu memedulikan saat pertama kali terasa, hanya menyapu bagian dalam mulut dengan lidah, mencoba mencari sumbernya. Behel. Sepertinya ada sisa makanan yang nyangkut. ‘Kan gue makan fillet, nggak makan yang keras-keras juga.’ Aku menghela napas pelan, lalu berusaha kembali fokus ke layar laptopku. Dosen di depan tengah menjelaskan pasal demi pasal dengan kecepatan yang membuat otakku harus bekerja dua kali lebih keras untuk mengimbangi. Dengar. Catat. Pahami. Lalu ulangi. Namun beberapa menit kemudian, sensasi itu muncul lagi. Dan lebih tajam. Aku meringis, refleks menutup m

