BAB 13

2546 Words

“Sudah bulat, Dok?” tanya Pak Asraf tanpa intonasi suara yang terbawa emosi. Seolah beliau sudah menduga jika hari ini akan tiba. Hari ini... terasa biasa saja. Tak ada hujan. Tak ada kejadian menggemparkan. Bahkan antrean pasien di puskesmas cukup lengang. Biasanya, di saat-saat seperti ini, aku melipir ke pantry, membuat segelas teh s**u untuk me-recharge mood. Namun kali ini, aku justru melangkah ke ruangan Kepala Puskesmas. Mungkin karena aku tahu, tak ada lagi alasan untuk menunda. “Nggak mau dipikirkan ulang dulu, Dok?” Beliau memastikan lagi. Aku menggeleng pelan. “Insya Allah sudah fix, Pak. Maaf,” jawabku. Beliau menghela napas pelan, lalu bersandar. “Padahal kami sudah sangat nyaman sama ritme kerja Dokter di sini.” Aku tersenyum simpul. “Saya juga merasa begitu, Pak.” Dan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD