BAB 11

1636 Words

“Summit push… summit push…” Rasanya aku belum sempat benar-benar terlelap saat suara dari luar tenda mulai terdengar. Kuraih ponselku, memeriksa waktu. Pukul 02.07 waktu setempat. Udara dingin sekali, bahkan embusan napasku sampai membentuk uap tipis. Di sampingku, Risa masih meringkuk dalam sleeping bag, sementara Nana sudah duduk sambil mengusap wajahnya. Fira mengerang pelan, jelas tak rela meninggalkan hangatnya kantung tidurnya. Aku bernapas dalam serya menatap langit-langit tenda, baru kemudian memaksakan diri untuk bangkit. Tubuhku berat sekali, otot-ototku seakan menolak bekerja sama. Tapi konyolnya, di tengah perjuangan untuk bersiap itu, ingatanku justru usil menggoda. ‘Ayo, Nda. Kapan lagi summit push sama Kang Iyal?’ Aku membelalak, lalu menggeleng cepat untuk mengusir pik

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD