Satu detik... Dua detik... Tiga detik... Ariana segera tersadar, Ia mendorong d**a El Bara agar menjauh dari wajahnya, lebih tepatnya dari bibirnya. Keduanya sama-sama menatap dalam diam. Kedua mata Ariana sudah terasa panas, tak terasa sudut matanya sudah basah. Ariana secara sadar, Ia menolak. Meski, sebenarnya apa yang barusan terjadi bukanlah sebuah dosa, bahkan keduanya berhak melakukannya lebih dari itu karena sudah sah menjadi pasangan sesuai agama maupun negara. Akan tetapi, tetap saja itu menyalahi perjanjian yang telah mereka berdua sepakati. "Kamu sengaja mengambil kesempatan saat Aku tertidur?" Tuduh Ariana dengan sorot mata kesal. "Ini bukan kali pertama, kau juga mengintipku saat mandi." Lanjutnya dengan tatapan tidak suka. Ia membuang wajahnya ke arah samping, enggan u

