Bab 73

1235 Words

Setelah dua hari dua malam, akhirnya dokter mengizinkan aku dan putriku kembali ke rumah. Biarpun Zayyan memilih bangsal VIP, tetap saja rumah menjadi tempat paling nyaman. Aku heran melihat orang-orang yang memilih berlama-lama di rumah sakit. Sakit sedikit langsung dirawat di rumah sakit, bahkan kudis pun minta di rawat. Lah, aku mending di rumah. Ya salah satunya aku takut di suntik. Kemarin saja dipasang infus Zayyan yang terluka karena gigitan. Untung punya suami baik, sabar dan penyayang. Kadang kalau kata Nabila, akunya yang tak tau diri dan tak bersyukur. Padahal aku sudah sangat bersyukur sampai tiap hari mengajaknya bergelut. Di ranjang maksudnya. Terus aku juga membentengi diriku agar tak seorang laki-laki berani masuk ke dalam kehidupanku, juga perempuan. Itu yang paling berba

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD