Bab13

1147 Words

Langit malam tampak mendung. Seperti meniru suasana hati Alvaro yang makin gelisah. Tubuhnya masih terasa panas, namun hasratnya seperti ditarik mundur setiap kali wajah Erika terbayang. Wajah itu, yang dulu selalu membuatnya tenang… kini hanya membuatnya cemas. Ada jarak yang ia rasakan, bukan lagi karena masalah ranjang semata, tapi sesuatu yang lebih dalam. Seperti ada celah yang tak kasat mata namun terus melebar. Telepon genggamnya bergetar. Sebuah pesan singkat dari Erika. “Maaf, aku kelamaan. Sudah dalam perjalanan pulang.” Alvaro menghela napas. Jawaban itu membuat hatinya sedikit lega, namun tak sepenuhnya. Ia tak tahu kenapa, tapi kata “maaf” terasa dingin, seperti datang dari seseorang yang tidak benar-benar menyesal. Hanya formalitas. Ia melirik jam dinding. Hampir pukul se

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD