Bab18

837 Words

Rapat siang itu berjalan setengah hati bagi Alvaro. Matanya memang tertuju pada layar presentasi, telinganya mendengar suara klien yang menjelaskan proposal kerja sama, tapi pikirannya berputar di satu poros—Aurora. Aurora duduk di seberangnya, sibuk mencatat poin-poin rapat. Sesekali dia mengangkat wajah, dan tatapan mereka bertemu. Hanya sepersekian detik, tapi cukup untuk membuat jantung Alvaro berdentum. Dan yang paling memalukan, tubuhnya merespons begitu cepat, tanpa peringatan. Sial. Dia menggeser duduknya, mencoba menutupi keganjilan itu dengan meletakkan map di pangkuannya. Reno yang duduk di sampingnya melirik sekilas, seakan tahu ada yang aneh. Aurora tampak tak menyadari, atau pura-pura tidak. Dia tetap bekerja seperti biasa, tapi justru sikap profesional itulah yang membua

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD