Bab16

1133 Words

Hari itu, langit begitu cerah, kontras dengan suasana hati Erika yang gelap. Ia duduk di ruang tamu, mengenakan gaun hamil berwarna krem lembut. Di atas meja kayu jati, sebuah amplop putih bertuliskan hasil pemeriksaan DNA tergeletak tak tersentuh. Tangannya gemetar saat menyentuh kertas itu, seakan tahu bahwa hidupnya akan berubah selamanya setelah membukanya. Alvaro berdiri beberapa langkah dari sofa, memeluk d**a. Wajahnya tegang, seperti topeng yang nyaris retak. Sejak pulang dari rumah sakit kemarin, dia nyaris tak bicara. Tak mencium kening Erika seperti biasa, tak membelai perutnya, tak menyapa janin mereka seperti minggu-minggu sebelumnya. "Kalau kamu siap," suara Alvaro rendah. Erika mengangguk pelan. Dia membuka amplop itu, dan menarik keluar satu lembar dokumen hasil pemeriks

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD