Sweet 8

900 Words
Emma menatap Douglas yang sedang menanti jawabannya. “Apakah kau akan menyiksaku? Maksudku, menyakitiku” tanya Emma ragu-ragu. Douglas menatap Emma. “Mungkin” katanya datar. Emma menelan ludah, bayangan tentang berbagai macam bentuk penyiksaan berkelebat dalam kepalanya. Emma meringis, nyalinya menciut. Tanpa sadar dia berlari keluar meninggalkan Douglas yang menatap kepergiannya. Emma menutup dan mengunci pintu kamarnya. Dia menggigil kedinginan dan tersadar bahwa saat ini tubuhnya tidak tertutupi oleh sehelai benangpun. Wajahnya merona mengingat tadi dia digendong dalam keadaan telanjang oleh Douglas yang juga telanjang seperti dirinya, bagaimana jika saat itu ada yang melihat mereka. Dia berbaring dan menutupi tubuh telanjangnya dengan selimut, matanya nyalang menatap langit-langit kamar. Dad*nya berdebar mengingat kejadian tadi. Bagaimana mungkin Tuhan menciptakan iblis setampan Douglas Blackwood. Ada perasaan tak nyaman saat dia memikirkan bagaimana besok jika mereka bertemu. Ada rasa takut dan penasaran dalam diri Emma. Dia berlari karena merasa bingung. Dia berpikir apakah dirinya akan sanggup menanggungnya, jika tadi dia mengiyakan keinginan Douglas Blackwood. Emma tak tahu menahu tentang kebiasaan yang Douglas lakukan, bahkan diapun tak tahu apa-apa tentang seks. Tadi adalah Pengalaman pertamanya mendapat o*****e. Fouglas tahu bagaimana menyenangkan seorang wanita. Ya Tuhan. Bahkan pria itu membuatnya o*****e hanya dengan menggunakan dua jarinya. Emma meraba bibirnya, dia masih mengingat jelas rasa Douglas saat berada dalam mulutnya, pria itu luar biasa jantan. Apakah saat ini pria itu marah padanya karena Emma meninggalkannya begitu saja. Tapi tadi Emma merasa sangat ketakutan dan juga bingung. Seharusnya dia tak bersikap seperti itu, toh tadi pria itu menanyai kesediaannya, erang Emma. Emma tidur dengan perasaan gelisah dan terbangun saat matahari sudah tinggi. Saat dia turun, Agatha sedang menyiapkan makan siang. “Selamat Siang Agatha” sapa Emma seraya menuangkan jus untuk dirinya. “Halo sayang, kau tidur nyenyak sekali sampai aku tak tega untuk nembangunkanmu, aku akan segera menyiapkan makan siang” kata Agatha tersenyum ke arah Emma. “Terima kasih, Apakah Mr. Blackwood sudah pergi?” tanya Emma ragu-ragu. “Mr.Blackwood sedang keluar kota, dia pergi pagi-pagi sekali. Ada masalah dengan salah satu kapalnya, dia akan pulang beberapa hari lagi” jawab Agatha yang masih sibuk membuat makan siang. “Oh, Apakah dia tak meninggalkan pesan untukku?” tanya Emma, berusaha terdengar wajar. “Maaf sayang, dia tak mengatakan apa-apa” jawab Agatha dengan nada simpati. Emma merasa sedikit kecewa, pria itu pasti sangat marah padanya. Emma makan tanpa banyak bicara, Agatha yang mengerti bahwa Emma sedang tidak ingin bicara membiarkan gadis itu sendirian. Agatha tidak tahu ada apa sebenarnya, tapi dia yakin telah terjadi sesuatu antara Emma dan Douglas. *** Ini sudah hari kedua sejak kepergian Douglas dan selama itu juga Emma merasa gelisah, dia ingin Ada seseorang yang mendengarkan kegelisahannya tapi sayang Dorian sejak kemarin susah untuk dihubungi. Emma berdiri Di dekat jendela ruang keluarga dan menatap kearah langit senja yang mulai memerah, dia tak mengerti kenapa diri nya merasa gelisah saat Douglas tak Ada. Dia membenci pria itu, bahkan kebenciannya pada Douglas bertambah saat ini. Dia benci karena pria itu pergi meninggalkannya tanpa bicara apa-apa bahkan menelpon untuk menanyakan keadaannya saja tidak. Tapi, kenapa kau harus marah Em, bukankah pria itu sudah memberimu kesempatan malam itu tapi kau lari terbirit-b***t karena ketakutan. Batinnya. Emma menghentakan kakinya dengan kesal. Suara dering telpon membuyarkan lamunan Emma. Dengan dad* berdebar-debar dia menyambar telpon yang berada di dekatnya. “Ha..halo..” sapa lnya dengan suara bergetar. “halo princess, bagaimana kabarmu sayang? ” Emma menghembuskan nafasnya saat dia mengenali suara Ayahnya. “Hai Ayah , senang mendengar suara mu. Aku baik-baik saja” jawab Emma berusaha terdengar riang. “kau pasti bersenang-senang disana hingga lupa untuk menelpon ayahmu” Emma mendengar kekehan Ayahnya “Maafkan aku Ayah, aku terlalu senang” kata Emma. “Ayah mengerti sayang, bagaimana Douglas, apakah dia baik selama kau disana?” tanya ayahnya “Dia baik. Ya walaupun terkadang sangat menjengkelkan. Dia selalu berusaha mengaturku” dengus Emma. “nak, mengertilah semua demi kebaikanmu. Ayah memberinya tanggung jawab untuk mengawasimu ” Richard berusaha membuat putrinya mengerti. “Ya ayah. Tentu saja aku mengerti soal itu. Untungnya sudah beberapa hari ini dia berada Di luar kota ” jawab Emma “ya sayang ayah tahu, kudengar dia sedang mencoba kapal yang baru dia beli bersama salah seorang kekasih nya” kata ayahnya “A.. Apa, bagaimana ayah tahu?” tanya Emma lirih “aku melihatnya di salah satu infotainment yang sedang Caitlyn tonton kemarin” jawab ayahnya Emma terdiam dan membiarkan ayahnya terus bicara dia hanya menjawab sekenanya saat Ayahnya bertanya tentang sesuatu. “Ayah, maaf aku sedang terburu-buru nanti aku akan menghubungi Ayah. Aku mencintaimu Ayah, sampai nanti” kata Emma lalu menutup telponnya dan melemparkan benda itu keatas sofa. Emma berlari menuju kamarnya, dia sangat membenci Douglas Blackwood. Dasar pria tua mata keranjang! teriak batinnya kesal. Emma merasa sangat bodoh jika mengingat bagaimana merananya dia memikirkan pria itu selama dua hari ini. Tapi nyatanya apa, pria itu sedang bersenang-senang dengan kekasihnya. Pria tua b******k. makinya lagi. Bagaimana mungkin dia begitu bodoh, meratapi pria itu, mengharapkan pria itu lekas pulang agar dia bisa menjelaskan mengapa dia lari waktu malam itu. Tapi nyatanya, pria itu sedang bersenang-sedang dengan wanita lain, dan Emma yakin Douglas sudah mengikat wanita itu dan melampiaskan semua gairhnya. Menggantikan posisinya. Emma terisak, dia merasa sangat kesal dan kecewa. Dia memukuli bantalnya. Terus memaki-maki Douglas. Dan berjanji pada dirinya sendiri, dia takkan lagi mau dirayu oleh pria tua bjingan itu. ^^^
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD