Masih dengan rasa keterkejutan yang hakiki tiada duanya. Panji mengamati makhluk aneh yang mengaku sebagai kecebong miliknya. Bukannya panji tidak pintar ya, BUKAN! Panji itu pintar, karena dia lulusan sarjana, yang Emak saja masih bingung mau di beri gelar apa si Panji ini. Ia tahu jika kecebong yang didepannya ini, adalah sebuah molekul yang keluar dari keran selang dalam tubuhnya dengan semburan yang mumpuni bak air terjun yang curam menuju lembah yang uhui-uhui sedap. Yang menjadi masalah adalah, ini makhluk kenapa ada di kakinya, bergelandotan bak lintah nyosor kulit gini. “Papi?” “Papi-papi! Aku bukan Papimu! Sana pergi!’ usir Panji pada makhluk tanpa dosa itu. “Papi jahat, aku doakan Papi akan bucin sama Mami dan Papi akan menderita karena bucin sama Mami! Oke Pi! Good bye! Aku t

