Pesugihan anti mlarat, ala Nela!

1217 Words

“Naik-naik ke puncak Nona. Enak-enak sekali. Kiri kanan ku remas saja, ada gunung yang empuk! Atas bawah sama enaknya tapi gak enak di aku!” Pagi yang cerah senyum yang Indah, membuat hidup hadi bersemangat. Tapi bagi orang lain, tidak dengan neneknya Nela. Bagaimana mau bersemangat, sejak kedatangan Nela di rumah ini. Semangatnya hilang, pas lapar, udah semangat mau makan eh suara cempreng Nela menyambut gendang dangdutnya eh salah gendang telinganya. Mana nyanyinya liriknya di alihkan lagi. “Astagfirullah Nela, kamu tuh kalau mau nyanyi tuh kura-kura,” ucap Karmi neneknya Nela. “Kura-kura? Kira-kira kali Nek. Memang kenapa sih Nek? Suka-suka aku dong. Lagian ini kecebong aku tuh yang mau,” ucap Nela. “Ucapan itu doa. Kalau ngomong itu yang bener masa calon bayi kamu panggil kecebong

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD