Bab 85 Ketakutan VIRGO ♍

1106 Words

Sejak hari USG itu, Rafka tidak pernah sama. Bukan dalam arti buruk. Justru terlalu tenang. Terlalu tertata. Terlalu siap—seperti seseorang yang berdiri di tengah badai dengan jas rapi, sambil berpura-pura hujan itu tidak dingin. Ia tidak lagi bertanya setiap jam apakah Anggita baik-baik saja. Tidak lagi mengecek ponsel tiap lima menit. Tidak lagi terlihat gamang setiap kali Anggita mengeluh pusing atau mual. Semua reaksinya kini terukur. Efisien. Seolah ia sudah menyusun sistem dalam kepalanya: apa yang harus dilakukan, kapan harus bertindak, dan emosi mana yang harus disimpan rapat-rapat. Anggita—yang hidup satu atap dengannya—tahu. Ketenangan itu bukan damai. Itu kendali diri yang dipaksakan. Rafka mulai melakukan hal-hal kecil tanpa suara. Hal-hal yang tidak pernah ia ceritakan, bah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD