Bab 48 WELCOME BACK

1124 Words

Pesawat mendarat mulus siang hari. Udara panas Indonesia langsung menyergap begitu pintu pesawat terbuka—kontras dengan dinginnya Jepang. Gita otomatis membuka jaket, sementara Rafka malah melepas topinya dan menggulung lengan kemejanya dengan gaya yang sok cool. “Dingin-dingin di Jepang bertiga hari, pulang ke sini langsung kayak dipanggang,” gumam Gita. “Dipanggang tapi tetap cantik,” sahut Rafka tanpa melihat, sibuk mengambil koper di atas kepala mereka. Gita mendelik. “Gombal.” “Fakta.” Mereka berjalan di sepanjang lorong bandara, dan Gita baru sadar betapa banyak pasangan lain yang pulang dari liburan. Beberapa menggandeng tangan, beberapa dorong koper bersama, sebagian lagi terlihat capek tapi bahagia. Di antara keramaian itu, Rafka menggenggam tangannya tanpa ragu sedikit pun.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD