Rumah terasa lebih sunyi dari biasanya. Setelah koper dibereskan dan oleh-oleh ditata untuk besok dikirim ke orang tua masing-masing, matahari sudah turun. Lampu ruang tamu redup hangat, membuat atmosfer rumah seperti menyambut mereka kembali—pasangan yang pulang dari bulan madu kilat. Gita berjalan menuju dapur kecil di sudut ruang makan sambil mengikat rambutnya asal-asalan. “Raf, kamu mau makan dulu? Aku bisa masak cepat dan...” “Stop.” Rafka muncul dari belakang dan langsung memeluk pinggang istrinya dari belakang. “Raf… aku mau bikin...” “Tidak. Kamu capek. Honeymoon boleh selesai, tapi aku masih suamimu,” bisiknya sambil menempelkan dagunya ke pundak Gita. “Biar aku yang masak. Seperti biasa, aku chefnya.” Gita terkekeh kecil. “Masakan kamu memang selalu fancy banget. Aku cuma

