Bayu melepaskan ponselnya begitu saja di meja. "Kenapa, Nak? " tanya Surya dengan suara berat. "b******n sialan. Licin sekali seperti belut. Rekaman CCTV sekitar taman telah hilang, Pa. Padahal itu milik pribadi orang sekitar. Ada 1 rumah yang mengarah tepat ke taman, dan kita kecolongan. Rumah-rumah yang lain aman dan itu tak disentuh!" "Bagaimana bisa?! " Surya menggenggam erat selimut, menahan kekecewaannya. "Penculik itu merampok rekaman itu, Pa! Apa dia tahu kita sedang menyelidiki lewat CCTV? Apa ini kebetulan?" Bayu mengernyitkan keningnya kebingungan. "Berarti dia tahu kita sedang bergerak, " tanggap Anggara sambil menatap ponselnya. "Darimana?! " Bayu melonggarkan dasinya. Terlalu sesak rasanya udara saat ia hirup. "Apa dia punya mata-mata?" lanjut Bayu memandang Angg

