"Dekat lagi, " Almaira tak berkedip. Anggara tak bergeming seincipun. "Mendekatlah, " bisik Almaira lagi. Kali ini suara gadis itu benar-benar membuat bulu kuduk Anggara merinding. Apa yang merasuki gadis itu? Pikirnya. Anggara tak punya pilihan. Ia hanya melangkah selangkah saja. Dan mereka sudah sangat dekat sekali. Almaira bisa mendengar nafas Anggara yang tak beraturan. Ia tahu, pemuda itu sedang gugup. "Dekat, " bisik Almaira lagi. "Almai... " Belum selesai Anggara memanggil namanya, gadis itu menutup mulut pemuda itu dengan bibirnya. .... .... .... Angin malam itu menjadi saksi, 2 nafas sedang menyatu. Entah dalam dekapan cinta atau bukan, yang pasti, lengkuhan itu mampu membuat darah berdesir kencang. Hasrat itu ada walau cinta belum tentu hadir. Anggara menggengga

