Braaakkk!!! Suara dentuman ponsel yang diletakkan begitu saja di nakas mengagetkan Anita. Respon suaminya ini terlalu berlebihan baginya. Sedangkan bagi Haryanto, ia begitu lelah menuruti semua keinginan istrinya. Tapi kali ini berbeda, ia harus tegas. "Kenapa kau jadi kasar begitu, Pa?!!" "Kau yang aneh, Ma. Berlebihan. Aku sudah menerima dia menjadi bagian dari keluarga ini, sekarang kau ingin aku menjadikannya menantu??! Tak bisa, Ma. Adrena harus dengan laki-laki yang jauh lebih baik dari Anggara. Laki-laki yang memiliki masa depan yang jelas, dari keluarga yang jelas asal usulnya. Menjadikan dia orang kepercayaan kita, itu sudah jauh lebih cukup! " "Ini bukan keinginanku, Pa. Ini kemauan Adrena sendiri." "Tetap tidak bisa. Aku tak setuju! " "Kau juga harus menghargai pilihan a

