BAB 32_CURIGA

1512 Words

"Uhuuuk... Uhuuuuk...!!! " Kinanti menyodorkan minuman hangat pada suaminya. Walau kantung matanya tak sehitam sebelumnya, setidaknya, hari ini ia terlihat lebih hidup. Sepertinya, berkonsultasi dengan psikolog sedikit lebih membuatnya lega. Lebih-lebih setelah ia melihat foto-foto kondisi Almaira lebih terawat. Setidaknya ia tahu, anak semata wayangnya masih hidup. "Minumlah, Pak. Kau harus tetap sehat. Nasib perusahaan bagaimana kalau kau tetap lemah begini. Tak selamanya bisa kita percayakan pada orang lain, " ujar Kinanti. "Bagaimana aku bisa tenang, Ma. Almaira..." Surya tersenggal. Menyebut nama anak gadisnya saja, ia merasa tak mampu. Berat rasanya, anak satu-satunya, kebanggaannya. Kinanti terisak. Iapun tak kuasa. Selama ini, Almaira selalu menemaninya pergi berbelanja, ke

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD