Malam itu, Hitman sedang duduk di gazebo samping kolam renang taman belakang rumahnya. Ditemani dengan secangkir kopi hitam yang masih panas dan sebuah papan catur yang ia mainkan sendiri. Tiba-tiba, ponsel pintar yang tergeletak di samping papan bergambar kotak hitam putih itu bergetar beberapa kali. Kemudian diikuti dengan dering yang cukup nyaring. Kring…. Kring…. Kring…. Tanda sebuah panggilan masuk ke dalam benda pipih itu. Dengan gerakan santai tangan Hitman meraih benda itu. Sementara matanya masih fokus menatap papan catur dengan bidak catur yang tersusun tak rapi lagi. Tanpa mengalihkan perhatiannya sedikit pun. Hitman menggeser gambar dial yang sedari tadi terus bergetar-getar. "Bagaimana?" ujarnya dengan tangan kanan yang masih sibuk memindahkan bidak kuda membentuk huruf L dar

