106. Pilihan

1316 Words

Zefanya mengerjap. Berusaha menyadarkan dirinya dari keterpakuan yang memenjarakan dirinya selama beberapa saat lalu. Perempuan itu lalu beringsut mundur, memberi jarak antara ia dan Nathan. "Zefanya." Nathan kembali menahan lengan Zefanya saat Zefanya hendak bangkit pergi. Tatapan mata lelaki itu begitu dalam, menusuk hati Zefanya. Zefanya memejamkan matanya dengan lirih. Lalu saat kembali membukanya, dan tatapan matanya langsung bertemu dengan tatapan Nathan, sorot mata wanita itu berubah. Kini, tidak ada lagi yang ia sembunyikan. Seluruh borok luka, rasa sakit, rasa hampa yang dirasanya selama ini diperlihatkan pada pria di depannya. Membuat Nathan seketika tertegun. Mungkin terkejut, bahwa di sana, di mata wanita yang dicintainya, ada begitu banyak luka yang tergambar. Luka yang sud

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD