105. Kesempatan dan Maaf

1451 Words

Nathan duduk di atas kursi roda. Menatap pada pemandangan di depan, langit yang cukup mendung, dengan gedung-gedung pencakar langit yang menjadi khas Ibu Kota Jakarta. Sementara itu, kedua tangannya berada di pangkuan, dengan ponsel yang masih dia pegang. Di layar ponsel yang masih menyala itu, tanda bahwa belum lama ini Nathan menggunakannya, terlihat foto seorang wanita cantik berambut sepunggung tersenyum cerah ke arah kamera. Wanita berusia awal dua puluhan yang begitu cantik dan memiliki senyum hangat yang manis. Benda pipih itu bergetar sejenak. Artinya notifikasi tersebut berasal dari pesan masuk. Nathan lekas-lekas mengangkat telepon tersebut. Namun, melihat kontak yang tertera di kotak masuk, membuat wajahnya yang barusan antusias, seketika menjadi lesu. Ternyata, pesan dari sala

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD