Panji langsung menoleh pada Sekar, ia mendapati gadis itu seketika tak mampu menutupi rasa penasarannya. Terlihat roman Sekar terpaku, ujung matanya melirik ke arah Arya. Tak kuasa menatap langsung ke arah pemuda yang juga mematung. Ingin mengelak dari serangan tak terduga. Walau kejadiannya hanya seperkian detik, namun tingkah laku ketiganya dapat memberitahu kepada siapa pun yang melihat, bahwa mereka sedang diselimuti keadaan yang tidak menyenangkan. “Waduh, kalau saya suka sama Sekar. Ya nggak mungkin dong saya kenalin Sekar ke Panji.” Jawab Arya dengan gerak-geriknya yang tiba-tiba kaku. Ia bahkan sampai menoleh kanan kiri, berusaha mencari dukungan. Bahkan senyumannya nampak seperti dipaksakan. “Iya, untung saja Arya kenalin aku ke Panji. Jadinya kita bisa di sini deh!” timpal Se

