“Kamu lihat enggak? Cara Arya ngeliatin kamu dalam banget!” bisik Panji, ia sampai harus mendekatkan bibirnya ke wajah Sekar. Agar suaranya yang pelan dapat terdengan oleh perempuan yang kini tengah ia gandeng. Membuat Sekar tersipu, entah karena ucapan Arya atau hembusan angin yang keluar dari bibir dan hidung Panji, menggelitik tengkuk leher Sekar. “Aku udah ngerasa, tapi aku enggak mau ke-geer-an juga…” balas Sekar berbuat yang sama setelah Panji menarik wajahnya kembali. Karena ia harus membalas beberapa senyuman dari para tamu undangan. Hingga saat Panji menoleh ke sebelah kiri, bibirnya hampir bertemu dengan bibir Sekar. Membuat seluruh tamu undangan gaduh seketika. Tidak sedikit langsung menggoda mereka. Panji yang menyadari bahwa bibirnya hanya berjarak dua sentimeter da

