“Kamu yakin, nggak mau jadi model Dan? Kamu layaknya bidadari… Lihat nih! Tante sampe nangis terharu… Baju Tante jadi terlihat sangat mahal dan menawan!” pujinya menahan diri untuk memeluk Sekar, saat Tante Vonnnie sudah tiba di hadapan gadis itu. “Bagaimana Panji? Pacarmu cantik ‘kan?” Panji hanya diam terpukau. “Tuh kaan... Panji aja sampai nggak bisa ngomong apa-apa…” membuat Sekar tersipu. Ia sempat tertawa geli melihat Panji yang berdiri tiga meter di depannya, hanya bergeming terpaku memandangnya. Kedua bola mata Sekar, sempat melihat mata Panji berkaca-kaca, entah mengapa pemuda itu bergeming. Panji pun sendiri tidak mengetahui pasti kenapa ia begitu terpukau oleh penampilan lain dari Sekar. Ia pun kembali tersadar setelah Tante Vonnie menepuk bahunya. “Cantik ‘kan…?” tanya T

