27. Siap Patah Hati Untuk Kedua Kalinya

1252 Words

“Gimana? Udah nyaman?” tanya Panji masih membungkuk, berusaha membuat posisi duduk Sekar nyaman. “Munduran dikit lagi deh…” jawabnya tanpa beban. Membuat Panji sekali lagi, harus berusaha mengatur posisi jok yang di duduki Sekar. Agar dapat membuat gadis itu duduk dengan nyaman dan aman selama perjalanan. “Nah, ini udah rada lega!” ucap Sekar saat menemukan dirinya sudah cukup nyaman dengan posisi duduknya. Panji lalu bangkit, sembari membetulkan posisi kain batik Sekar yang terjuntai keluar area mobil. Setelah itu, ia menutup lembut pintu mobilnya lalu berlari kecil menuju tempat untuknya mengemudi. Mata Sekar mengikuti arah Panji bergerak. Hingga akhirnya, mereka saling menatap saat Panji sudah membuka pintu mobilnya. Bola mata Panji yang menatap balik pandangan Sekar, menyiratkan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD